[Author Freelance] (FF Series) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! (It’s Your Baby) Part 14

Cho Kyuhyun and Yesung

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby )

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Hye Mi

FB                   : www.facebook.com/hilyah.nadhirah 

Twitter           : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz 

WordPress      : www.nadhzworld.wordpress.com

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : Don’t Bash.. Don’t PLAGIARISM..

 

FF I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby ) Part 1-13 bisa langsung klik di

www.nadhzworld.wordpress.com

 

~ HAPPY READING!!! ~

 

 

“ Hye Ra, tatap aku!.” Kyuhyun menangkup wajah Hye Ra dengan kedua tangannya. Memang terkesan pemaksaan, tetapi hanya dengan cara inilah agar ia mau menatap Kyuhyun.

Hye Ra tertegun menatap mata bermanik cokelat yang tengah menghunus kedua bola matanya dengan tatapan tajam tanpa sela kedipan sedikitpun.

“ Katakan padaku kau mengenalku sebelumnya.”

Hye Ra terdiam. Kepalanya berdenyut denyut menyebabkan rasa sakit yang merambat di setiap bagiannya. Nafasnya berubah menjadi tersengal sengal. Peluh juga mengucur dari kedua pelipisnya. Kulitnya juga menjadi sedingin es.

“ Katakan padaku jika kau mengenalku, kau pernah mencintaiku, dan katakan sejujurnya jika Hyun Hae….”

“ CUKUP!” Hye Ra memegangi kepalanya yang semakin terasa tengah mencabik cabik dan menghantam tempurung kepalanya. Di acaknya rambut yang sebelumnya tertata rapi menjadi berantakan.

Bulir bulir air mata berjatuhan dengan cepat sejalan dengan peluh yang semakin mengucur membasahi pelipisnya. Rasa sakit yang menggerogoti kepalanya seperti hendak membunuhnya saat ini juga. Rasa sakit itu datang ketika Hye Ra mulai memikirkan setiap ucapan Kyuhyun.

“ Cukup. Jangan lanjutkan……”

BRUK

Tubuh Hye Ra terhuyung kedepan tepat berada di dalam pelukan Kyuhyun. Tubuh Hye Ra yang tak sadarkan diri begitu lunglai dan lemah.

“ Hye Ra….”

Eomma!!

~Story Beginning~

 

Suasana penuh ketegangan begitu terasa saat ini, dimana kedua keluarga yaitu keluarga Cho Kyuhyun dan keluarga Kim Hye Ra tengah berada di depan ruang Unit Gawat Darurat di Seoul International Hospital.

Semua menunjukkan satu ekspresi yang tak jauh beda. Raut wajah cemas. Tak terkecuali Hyun Hae. Bocah kecil itu malah menangis sejadi-jadinya didalam gendongan Jongwoon. Bagaimana tidak, belum sempat rasa trauma disaat Hye Ra tertabrak beberapa waktu lalu itu menghilang, ia sudah harus kembali melihat eomma yang paling disayanginya kembali tak sadarkan diri.

Tetapi diantara semuanya, Kyuhyun-lah yang paling gelisah. Semenjak Hye Ra masuk ke dalam ruang Unit Gawat Darurat satu jam yang lalu, ia sama sekali tak bisa tenang. Kyuhyun tak berniat sedikit pun untuk mendudukkan tubuhnya diatas kursi tunggu.

Tak lama kemudian pintu putih itu terbuka, keluarlah seorang pria paruh baya ber-jas putih dan juga seorang wanita dengan map berisi berkas kesehatan ditangannya.

Uissanim. Bagaimana keadaannya?” Kyuhyun langsung berdiri dihadapan dokter berkacamata itu dan langsung bertanya tentang perkembangan keadaan Hye Ra dengan nada menuntut.

Dokter itu pun tersenyum sambil memegang kedua pundak Kyuhyun.

“Tenanglah. Dia baik-baik saja. Keadaannya hanya sedang terguncang saja.”

Bahu yang sedari tadi menegang akhirnya mengendur juga seiring dengan hembusan nafas penuh kelegaan.

Gamshamnida, Uissanim.” Kali ini giliran ayah Hye Ra yang angkat bicara meskipun hanya mengucapkan kata terimakasih. Karena pertanyaan yang ingin ditanyakan sudah diwakilkan oleh Kyuhyun.

Tubuh Kyuhyun melemas dan langsung terduduk diatas kursi tunggu. Disandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran kursi. Dihela nafas panjang dan dikeluarkan secara perlahan diiringi dengan pejaman mata erat.

“Tenanglah, Kyu.” Nyonya Kim mengelus lembut bahu Kyuhyun.

“Saya hanya takut terjadi sesuatu pada Hye Ra.”

“Dia wanita yang kuat. Percayalah.”

-oOo-

 

Dua hari berlalu dan Hye Ra telah membuka kembali matanya pagi ini. Hyun Hae tak mau berjauhan dari Hye Ra, ia ingin selalu memastikan keadaan eomma-nya baik baik saja disampingnya

Eomma harus janji pada Hyun Hae tidak pingsan lagi.” Kata Hyun Hae sambil memainkan jemari-jemari Hye Ra disampingnya.

Ne, Chagi-yaa.” Hye Ra terkikik geli menatap Hyun Hae yang tengah memasang wajah serius.

“Siapa samchon itu, Eomma?

Hye Ra tersentak disaat Hyun Hae memalingkan wajah menatap kearahnya. Mata Hyun Hae begitu tajam bagai menghunus manik matanya. Jujur saja, selama 3 tahun ini tak pernah sekali pun Hyun Hae memasang ekspresi sedingin itu.

Wa…Waeyo, Hyunie?” Mendadak Hye Ra tergagap.

“Hyunie membencinya.” Hyun Hae menekankan intonasinya pada setiap kalimat yang terlontar.

“Membencinya?”

“Hyunie sangat sangat sangat membencinya. Samchon itu yang membuat Eomma pingsan. Samchon itu juga ingin merebut Eomma dari Appa.”

“Bagaimana….Hyunie…”

“Hyunie bertanya pada Jongwoon Samchon tentang apa itu perjodohan.”

“Hyunie…..”

-oOo-

Kyuhyun berjalan tergesa-gesa melewati lorong rumah sakit. Langkah lebarnya menjengkal setiap belasan centi lantai yang terbuat dari marmer itu. Tangannya juga sibuk melipat kemeja putih yang dikenakannya sampai batas siku. Terlihat raut wajah kusut bercampur lelah yang tergambar.

Memang, setelah mendengar kabar bahwa Hye Ra telah sadarkan diri, Kyuhyun langsung meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk dan membuatnya pusing itu. Percuma saja jika ia terus melanjutkan pekerjaan kantornya itu jika seluruh pikirannya tersita dan hatinya berdebar untuk cepat-cepat menemui Hye Ra.

Saat ini langkahnya terhenti tepat di depan pintu dengan plat besi menempel bertuliskan angka tiga digit yaitu “225”. Sejenak waktu digunakannya untuk menghela nafas kemudian diputarnya perlahan knop pintu yang menyebabkan suara decitan pelan terdengar.

Dilangkahkan kakinya perlahan saat memasuki ruangan yang di dominasi dengan warna putih itu. Dalam radius 2 meter dilihatnya dari sekat dinding pembatas yang memang terdapat pada ruangan itu, seorang wanita tengah duduk diatas ranjang dengan bantal yang menyangga punggungnya.

Sepertinya wanita itu tak menyadari kehadiran Kyuhyun di dalam ruangan yang sama dengan dirinya karena pusat perhatian wanita bernama Kim Hye Ra itu tengah tersita oleh sebuah novel yang di bacanya.

“Bagaimana…..kabarmu?” Tanya Kyuhyun dengan lirih.

Hye Ra tersentak kaget. Sontak ia mengangkat kepalanya dan dengan cepat menutup novel tebal bersampul biru itu.

“Mau apa kau kemari?” Tergambar kilatan-kilatan penuh amarah dari kedua bola mata Hye Ra.

“Hanya…memastikan kau baik-baik saja.”

“Cih..” Hye Ra tersenyum sinis sambil memutar bola matanya.

“Apa kau sangat membenciku?” Kyuhyun menarik kursi disamping ranjang Hye Ra dan duduk diatasnya.

Hye Ra tak menjawab dan malah membuang tatapannya keluar jendela.

“Maafkan aku, Hye Ra. Aku tahu kesalahanku di masa lalu memang sangatlah fatal. Dan pasti tak akan mudah untuk dirimu untuk memaafkanku. Tetapi cobalah untuk menerimaku, Hye Ra.”

“Kesalahan masa lalu? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku mohon jangan mengada-ada, Kyuhyun-ssi.”

“Sudahilah permainanmu, Hye Ra. Jangan terus menyiksaku begini.”

“Menyiksa bagaimana? Aku bicara jujur. Aku tak pernah bertemu apalagi mengenalmu sebelum acara perjodohan konyol itu.” Hye Ra meninggikan intonasi suaranya.

“Apa kau tak ingat?? Kita pernah bersama sebelumnya. Sebelum kau memutuskan untuk pergi ke Jepang.”

“Hahaha. Bagaimana pernah bersama jika sebelumnya kita tak saling kenal?” Hye Ra tertawa hambar.

“Tatap aku. Kau…. tidak amnesia, bukan?” Kyuhyun menggenggam jemari Hye Ra erat dan menatap wanita itu tajam.

“Amnesia?”

“Aku akan memastikannya sendiri.” Kyuhyun melepaskan genggamannya dan langsung beranjak pergi keluar ruang perawatan Hye Ra.

-oOo-

 

Kyuhyun duduk dengan gelisah. Diremasnya kedua telapak tangan yang saling bertautan itu untuk menyalurkan kegundahannya. Matanya tak bisa lepas dari sosok Hye Ra yang tengah menjalani pemeriksaan CT-Scan.

Jantungnya berdegup dengan kencang. Aliran darah terasa berdesir dan mengalir deras ke seluruh bagian tubuhnya. Kyuhyun ingin cepat-cepat mendapatkan sebuah kepastian tentang kondisi Hye Ra saat ini. Tentu saja kabar baik yang ingin ia dengarkan langsung dari mulut dokter. Karena hal itu yang mampu mengembalikan dan membuat Kyuhyun kembali bernafas dengan normal.

Kyuhyun refleks menegakkan duduknya ketika dokter yang sedari tadi memeriksa Hye Ra kembali duduk dihadapannya.

“Bagaimana…keadaannya, Uissa?”

Terlihat dokter itu tengah fokus membaca hasil laporan pemeriksaan ditangannya sambil membenahi kacamata yang menggantung dibatang hidungnya.

“Nona Kim……” Dokter itu menggantungkan kalimatnya dan menutup map berisi berkas laporan.

Dalam jeda waktu tersebut, detakan jantung Kyuhyun semakin menjadi-jadi. Sempat terpikirkan bagaimana jika Hye Ra benar-benar amnesia. Tetapi cepat-cepat ditepisnya pikiran negative itu. Bukankah disaat seperti ini dibutuhkan pengharapan dan pikiran positive?

“ Bagaimana….”

“Nona Kim mengalami amnesia.”

Bagai tersambar petir disiang hari, tubuh Kyuhyun langsung melemas. Lemah, bagai tak ada tulang yang menopang dirinya lagi. Sekarang pikiran buruk itu telah menjadi kenyataan.

“Tetapi… bagaimana bisa? Dia masih mengingat yang lain.”

“Jenis amnesia yang dialami Nona Kim adalah jenis amnesia parsial.”

“Amnesia parsial?”

“Ya. Hilang ingatan yang hanya menyangkut satu orang. Mungkin orang itu adalah orang yang selalu diingatnya atau mungkin juga adalah orang yang menyebabkan sebuah traumatik dalam diri pasien sehingga pasien tidak bisa melupakannya.”

“Berapa lama…. Berapa lama sampai Hye Ra bisa mendapatkan ingatannya kembali?”

“Dalam jangka waktu 3 bulan atau bisa jadi…. Ingatannya tidak akan pulih kembali. Selamanya.”

Mendadak kepala Kyuhyun terasa begitu nyeri. Ia benar-benar pening mengetahui kenyataan ini. Bagaimana jika Hye Ra tidak akan mengingat kenangan masa lalunya? Apakah harus Kyuhyun memulainya dari awal. Tetapi hal itu sedikit susah mengingat Hye Ra mulai menunjukkan rasa ketidaksukaannya kepada Kyuhyun.

“Baiklah. Gamshamnida, Uissanim.” Kyuhyun pun berdiri dan sedikit membungkukkan tubuhnya kearah dokter dihadapannya.

Hye Ra telah duduk diatas kursi rodanya saat keluar dari balik tirai pemeriksaan. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung.

“Ada apa dengan wajahmu itu?” Tanya Hye Ra dingin.

Eobseo.” Jawab Kyuhyun lirih sambil kedua tangannya bergerak mendorong kursi roda Hye Ra perlahan.

“YA! Apa yang kau lakukan? Aku bisa sendiri.” Hye Ra sedikit memutar tubuhnya untuk memukul punggung tangan Kyuhyun agar ia melepaskan tuas pendorong itu.

Tetapi sama sekali tak digubris segala macam bentuk protes Hye Ra. Tetap saja di dorongnya sampai pada satu sudut lorong yang sepi, Kyuhyun menghentikan laju kursi roda itu. Ia berjalan memutari kursi roda dan berhenti tepat di hadapan Hye Ra dan menekuk lutut untuk mensejajarkan tinggi badannya. Tangan kanan pria itu pun terulur.

“Namaku Cho Kyuhyun. Senang bertemu dan berkenalan denganmu Nona…..”

“Hhh~ apa-apa’an ini? Kau sangat konyol. Jangan-jangan kau yang mengidap amnesia.” Hye Ra hanya mendengus tanpa berniat untuk menyambut uluran tangan Kyuhyun dan malah melipatnya tepat didepan dada.

“Boleh aku tahu namamu?” Kyuhyun tak menjawab dan tak menanggapi cercaan Hye Ra yang dilontarkan padanya.

“Sebenarnya apa yang salah dengan otakmu itu?! Bukankah kau sudah tahu namaku adalah Kim Hye Ra?”

“Baiklah Nona Kim Hye Ra…” Kyuhyun tersenyum simpul.

Entah dorongan apa yang membuatnya semakin mendekat kepada Hye Ra. Ditatapnya kedua mata bulat wanita yang sangat dirindukannya itu dalam dalam. Sapuan nafas setengah tercekat yang dikeluarkan Hye Ra dari hidungnya itu bergerak lembut membelai dan menyapu permukaan wajah Kyuhyun.

Mw…Mwo?!

“Mari kita mulai semuanya dari awal.”

CUP..

Hye Ra menegang disaat sebuah benda kenyal nan lembab menempel pada dahinya. Lama. Anehnya sama sekali ia tak bisa berbuat apa-apa dan tak bisa menolak. Ia tak bisa berteriak, jangankan berteriak, mengeluarkan suara pun rasanya sangat susah. Detakan jantung yang kencang itu membuat semua jalan pikiran logisnya menjadi kacau.

‘Sepertinya… aku pernah merasakan ini… sebelumnya.’

-oOo-

 

Tokyo, Japan

Donghae memasuki sebuah caffe saat pergerakan jarum jam pada arlojinya sudah menunjukkan pukul 12 siang. Ia sengaja tidak makan siang di cafeteria rumah sakit seperti hari-hari sebelumnya. Entahlah, mungkin ia jenuh. Memang semenjak beberapa minggu hidup sendiri, Donghae menjadi mudah jenuh terhadap apapun.

“Aku pesan Moccacino dan Honey Butter Bread saja.” Ujarnya saat berhadapan dengan salah satu pelayan caffe.

            “Baik, Tuan.”

Donghae pun berjalan menuju meja di sudut ruangan. Ia duduk pada kursi yang tepat berada di samping jendela. Ditatapnya pemandangan yang terkesan membosankan dibalik jendela kaca itu. Banyak sepasang muda-mudi yang tengah berjalan beriringan sambil mengamitkan kedua tangan mereka satu sama lain. Benar-benar pemandangan yang buruk baginya.

“Bolehkah aku duduk disini? Meja yang lain sudah penuh.”

Donghae yang tersadar dari lamunannya langsung mendongakkan wajahnya ke sumber suara.

Sesosok yeoja dengan balutan coat casual berwarna coklat muda dan juga hotpans yang hampir tak terlihat akibat tertutup coat-nya itu terlihat cocok melekat dengan kaki jenjang juga mulusnya.

“Baiklah. Silahkan.”

“Terimakasih.” Ujar yeoja itu sambil meletakkan nampan berisi chesse cake dan juga chocolate milkshake.

Donghae tersenyum singkat sebelum pada akhirnya memutuskan untuk kembali memandang keluar jendela. Walaupun objek yang dilihatnya masuk dalam kategori sangat membosankan.

“Maaf, apa benar kau alumni Universitas Tokyo?”

“Benar. Ada apa?” Donghae mau tak mau harus kembali memfokuskan pandangan pada yeoja dihadapannya.

“Ahh ternyata dugaanku benar. Aku juga mahasiswi disana. Jurusan Management.”

“Benarkah?”

Gadis berparas cantik itu pun mengangguk sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.

“Lee Donghae-ssi? Jurusan kedokteran?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hahaha. Seluruh kampus pasti mengenal orang seperti dirimu. Pria yang menyabet gelar dokter di usia muda. Terlebih lagi mempunyai pesona dan ketampanan yang melebihi batas.” Ujar gadis itu sedikit tergelak.

“Apa aku se-popular itu?”

Gadis berambut coklat gelap itu tersenyum sambil terus mengaduk-aduk chocolate milkshake-nya dengan sedotan.

“Ahh.. aku sudah mengenalmu tetapi kau belum mengenalku, bukan?” Yeoja itu seketika mengangkat kepalanya menjadi berhadapan dan beradu pandang dengan Donghae.

Donghae hanya bisa mengangguk pelan.

“Perkenalkan, aku juga teman sebangsa-mu…..” Gadis itu mengulurkan tangan kanannya. Donghae pun mengulurkan sebelah tangannya untuk menyambut tangan gadis itu.

“Jung Rae Mi.”

-oOo-

Hye Ra memasukkan bulgogi ke dalam mulut dan kemudian mengunyahnya perlahan. Malam ini ia beserta keluarganya tengah berada di kediaman keluarga Cho. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut Hye Ra yang baru saja keluar dari rumah sakit setelah seminggu berada dibawah perawatan dokter.

Disaat yang lain telah tenggelam dalam obrolan masing-masing, Kyuhyun masih betah menatap wajah Hye Ra dihadapannya. Mata Hye Ra membulat ketika menyadari bahwa dirinya telah dijadikan objek utama untuk kedua mata Kyuhyun. Hal tersebut membuat pria itu tak dapat menahan senyum mendapati ekspresi menggemaskan yang tersuguh jelas dihadapannya.

“Kami sudah memutuskan…….” Seru Nyonya Cho yang mengakibatkan Kyuhyun melepaskan pandangannya dari Hye Ra.

“Memutuskan apa, Eomma?

Nyonya Cho hanya tersenyum memandang kearah anak bungsu yang telah menjadi anak semata wayangnya. Tersimpan sebuah misteri di dalam senyuman yang tersungging di bibir wanita separuh baya itu.

“Hye Ra akan tinggal dirumah ini mulai malam ini.”

MWO?!

Waeyo,Ra-yaa? Bukankah kau harus menyesuaikan diri terlebih dahulu sebelum pada akhirnya akan menikah dengan Kyuhyun?” Nyonya Kim ikut menimpali ketika mengetahui anak bungsunya akan menyangkal.

“Tapi…Eomma…Aku…”

“Kau bisa menggunakan kamar Ah Ra. Barang-barangmu sudah di tata di dalamnya.”

“Tapi….”

“Kau mengkhawatirkan Hyun Hae? Tenang saja, kami akan menjaganya dengan baik dan juga sering-sering membawanya kemari.” Tuan Kim tersenyum tulus menatap anak gadisnya itu.

“Kau setuju ‘kan, Kyuhyun?”

Ne?” Kyuhyun tersadar dari fantasinya sendiri.

“Kau setuju Hye Ra tinggal bersama kita?”

Kyuhyun sama sekali tak menjawab. Ia hanya menunjukkan sesimpul senyuman dan semua pun tahu apa artinya.

-oOo-

Terlihat sesosok wanita cantik juga anggun tengah duduk sambil membaca beberapa laporan yang baru saja diberikan oleh sekertaris pribadinya. Setiap baris kata di lembar demi lembar kertas digenggamannya itu tak luput dari perhatian.

“Dimana pena-ku?” Ujar wanita itu bermonolog.

Disingkirkan tumpukan tumpukan map yang mulai berserakan diatas meja kerjanya hanya untuk mencari sebuah pena.

“Ahh~ Mollayo!” Setelah lama mencari dan tak membuahkan hasil, akhirnya ia pun menyerah. Dibukanya loker yang ada tepat dibawah meja kerjanya dan diambilnya sebuah pena yang masih tersegel.

Tepat sebelum tangannya kembali menyelorohkan loker, mata bulat itu menangkap selembar foto yang tak pernah dilihatnya selama ini.

Nuguya?”

Masih dengan ber-monolog, ia mengamati dengan jeli potret dua orang gadis kecil dengan ekspresi gembira. Sama sekali ia tak mengenali kedua anak perempuan yang ada di dalam kertas tua di genggamannya itu. Rasa penasaran pun muncul di dalam benaknya, mengapa ada foto tua itu di dalam ruangan kerjanya.

“Apa ada hubungannya dengan ayah?”

Pikiran wanita itu melesat memikirkan sang ayah karena sebelum dirinya diangkat menjadi CEO, ruangan ini digunakan oleh ayahnya.

“Selamat pagi, Kang Ji Yoon-ssi!” Pintu ruangan pun terbuka diikuti dengan sebuah suara sapaan yang terdengar renyah.

“ Jun Hee? Goo Jun Hee?” Mata wanita yang dipanggil Ji Yoon itu pun terbelalak lebar saat melihat sesosok namja muda berpakaian jas hitam masuk kedalam ruang kerjanya.

“Kau terlihat kaget. Waeyo? Kau tak suka aku kembali?”

Anniya. Kapan kau tiba di Seoul?”

“Pagi tadi. Kau terlihat semakin cantik, Ji Yoon-aah.”

“Kau… kau juga semakin tampan, Jun-ie. Hahaha.”

-oOo-

 

Pagi ini Jongwoon tengah berada di halaman belakang rumahnya sambil sibuk menyesap teh hangat dan juga membaca koran terbitan hari ini. Meskipun ia terlihat serius membaca, tetapi sebenarnya pikiran pria itu tengah melayang entah kemana.

Samchon…” Terdengar suara serak dari belakang tubuh Jongwoon.

Seorang bocah kecil berbalut piyama tidur tengah berjalan menghampiri Jongwoon dengan tangan sibuk mengucek kedua matanya yang masih setengah terbuka itu.

“Rupanya Hyunie sudah bangun.” Pria itu meletakkan cangkir teh dan juga koran ke atas meja yang terbuat dari kayu tepat disampingnya.

Jongwoon tersenyum melihat wajah keponakannya yang begitu lucu dan polos. Segera digendong tubuh mungil itu dan mendudukkan Hyun Hae diatas pangkuannya.

“Bagaimana tidur Hyunie? Nyenyak? Apa semalam mimpi indah?” Cecar Jongwoon.

Anni. Aku merindukan eomma.” Jawab Hyun Hae lesu. Ia juga menundukkan kepalanya.

Jongwoon hanya bisa diam dan tak berkata apapun pada keponakannya itu.

“Kapan eomma akan pulang? Apa samchon jahat itu mau menculik eomma?”

Samchon jahat?”

Ne. Samchon yang ingin menikah dengan eomma. Samchon yang menyebabkan eomma pingsan.”

Jongwoon tersentak kaget. Hyun Hae mengatakan bahwa ia membenci Kyuhyun. Seketika hatinya miris. Seandainya Hyun Hae tahu yang sebenarnya, bagaimana reaksinya. Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa tertekan untuk menyimpan semua rahasia ini sendirian. Ya, memang hanya Jongwoon-lah yang mengetahui siapa jati diri Hyun Hae sebenarnya. Bahkan Jongwoon tak mengatakan dengan jujur kepada kedua orang tuanya.

Jongwoon mengatakan bahwa Hyun Hae hanyalah anak angkat Hye Ra. Jongwoon mengatakan bahwa Hyun Hae di anggap sebagai anaknya sendiri untuk mengurangi rasa kesepian selama hidup sendiri di Jepang. Memang tidak bisa dipercaya Jongwoon mengatakan hal itu kepada kedua orang tuanya.

Mungkin kalian membencinya. Mungkin kalian kecewa.

Tetapi hal ini demi Hye Ra. Jongwoon sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana kedua orangtua mereka mengoyak kembali luka lama Hye Ra yang mungkin saja sudah sedikit terobati dengan hadirnya Hyun Hae. Ia juga tak bisa membayangkan bagaimana begitu terpukulnya Hyun Hae ketika mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Jongwoon tak setega itu untuk tak berbuat apapun.

 

-oOo-

 

Kyuhyun memasuki bekas kamar kakak perempuannya itu dengan tangan yang tengah memegang sebuah nampan berisi susu vanilla dan juga semangkuk buah-buahan segar.

“YA! Untuk…untuk apa kau kemari?” Hye Ra yang baru saja keluar dari kamar mandi seketika terkejut mendapati Kyuhyun tengah duduk diatas ranjang.

“Aku mengantarkan itu, Nona Kim.” Jawab Kyuhyun sambil melongokkan kepalanya kearah nampan yang terletak diatas nakas.

Kyuhyun sama sekali tak bisa menahan lengkungan senyumnya ketika menatap Hye Ra yang berada dihadapannya. Semakin hari, wanita yang dicintainya itu semakin terlihat cantik. Hanya dengan T-shirt­ kebesaran menutupi hotpans putih yang digunakannya itu pun sudah terlihat sempurna dimata Kyuhyun. Pandangan matanya bagaikan terkunci pada Hye Ra. Mulai dari rambut panjangnya yang masih tergerai basah sehingga membuat sebuah kesan seksi tersendiri bagi Kyuhyun.

Di dalam hatinya tersimpan sebuah penyesalan yang teramat dalam. Mengapa tidak semenjak dulu ia menyadari betapa sempurna wanita dihadapannya itu. Mengapa ia tak mencintainya sebelum pada akhirnya wanita itu melupakan semuanya.

Sekarang Hye Ra telah mengidap amnesia. Itu berarti Kyuhyun harus memulai semuanya dari awal. Ia tak tahu harus senang atau malah sebaliknya. Jika Hye Ra melupakan kenangannya bersama Kyuhyun itu berarti Hye Ra tak mengingat segala penyiksaan dan derita yang pernah diberikan Kyuhyun kepadanya, itu akan menjadi sebuah awal yang baik untuk hubungan mereka kedepannya. Tetapi jika seiring hilangnya semua memori Hye Ra tentang dirinya, cinta yang pernah dimiliki wanita itu untuk Kyuhyun ikut menghilang, entahlah apa yang harus dilakukannya.

“Apa yang kau lihat, Tuan Cho?!” Bentakkan Hye Ra sukses membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

Kyuhyun pun bangkit dari duduknya dan melangkah perlahan kearah Hye Ra.

“Hey! Mw… Mwo?!” Hye Ra terus melangkah mundur sampai langkahnya terhenti karena punggungnya telah menempel pada dinding kamar.

Kyuhyun menyeringai senang menatap ekspresi wajah Hye Ra yang begitu gugup ketika tubuhnya terus mendekati wanita itu.

“Apa aku salah??” Kyuhyun menempatkan tangannya tepat disebelah kepala Hye Ra yang sudah menempel pada dinding guna mengunci pergerakan wanita itu.

“Salah?? Apa… maksudmu?”

“Apa aku salah melihat…. Calon istriku sendiri?”

 

-oOo-

 

“Apa aku salah melihat…. Calon istriku sendiri?”

DEG

Selama tiga detik Hye Ra mendadak membeku. Tubuh, otak, dan semuanya. Entah apa yang terselip di sela sela jantung wanita itu sehingga membuatnya berdetak begitu kencang. Lutut Hye Ra terasa mulai melemas. Kata kata itu benar benar berakibat besar bagi kerja syaraf otaknya.

“Hhh~ apa yang kau katakan?! Bukankah aku sudah mengatakannya berkali kali. Aku tidak mau menjadi istrimu!” Hye Ra mendorong pelan bahu Kyuhyun agar meloloskan tubuhnya dari kuncian tubuh pria itu.

“Tetapi aku akan berusaha agar kau mau.”

“Sudah keluar sana.”

“Ingat itu Nona Kim. Aku akan membuatmu mencintaiku.”

BLAM..

Hye Ra menutup pintu kamarnya dengan kencang tepat sesaat setelah Kyuhyun keluar. Ia berjalan menuju ranjang dan duduk diatasnya. Diliriknya sekilas sebelum pada akhirnya mengambil nampan berisi segelas susu vanilla dan semangkuk buah buahan segar. Disuapnya satu persatu buah buahan yang tersaji dihadapannya.

“Mengapa kau terus saja berdegup?!” Hye Ra menaruh telapak tangannya di dada yang tengah berdegup kencang itu.

Ketika Hye Ra meletakkan mangkuk buah kembali keatas nakas, matanya menangkap sebuah benda yang cukup membuat Hye Ra penasaran.

Nuguya?

“Apakah dia yang bernama Cho Ah Ra itu? Neomu yeppeuda.

Hye Ra tersenyum menatap sebuah pigura yang membingkai foto wanita cantik berambut panjang itu.

“Dia mirip dengan Kyuhyun.” Matanya beralih menatap gambar seorang namja yang tengah duduk bersebelahan dengan yeoja di foto yang sama.

“Tetapi dimana dia sekarang?”

TBC

About these ads

17 thoughts on “[Author Freelance] (FF Series) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! (It’s Your Baby) Part 14

  1. tukan bener. hyera.a amnesia. kyu pasti punya cara sendiri supaya hye inget+cinta lg sama dia.
    kapan donge nyusul hye ke seoul nih??? hye.a ntar kburu kyuhyun loh .-.
    next next…..ditunggu bgt. klo bisa dipanjangin yaaa ceritanya ky part awal2. kn panjang tuh. msh kangen sm hyunhae. hihihii. smangat!!! n.n

  2. ada baoknya jg hyera amnesia stidakny dy lupa ama masalalunya yg pahit…
    ya ampunn kyu kesiann anaknya sendiri benci ama dya….kkk
    kyu udh saatnya dy nebus ksalahannya yg dlu ke hyera,,,fighting kyuu^^ ehehehehehe
    di tunggu kelnjutannya thor :)

  3. q lupa udah komen apa blm n dimana komen y kd q mulai dr sini aja… ngak pa2 kan???
    hyera y amnesia gt n kyuhyun y harus berjuang dari awal lagi dong…. sekuat tenaga nih apalahi hye ra y agak ngak suka n anak y terutama hyun hae jd benci gt ma kyuhyun…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s