(Author Freelance) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! (It’s Your Baby) Part 12

Cho Kyuhyun and Lee Donghae

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby )

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Hye Mi

FB                   : www.facebook.com/hilyah.nadhirah 

Twitter           : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz

WordPress      : www.nadhzworld.wordpress.com

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : Don’t Bash.. Don’t PLAGIARISM..

 

FF I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby ) Part 1-11 bisa langsung klik di

www.nadhzworld.wordpress.com

~ HAPPY READING!!! ~

 

 

 

 

EOMMA!!” Hye Ra menatap lurus kedepan melihat Hyun Hae yang tengah berteriak histeris di sebrang sana.

Hye Ra tak mengerti apa maksud teriakan Hyun Hae sampai akhirnya ia merasa sebuah benda besar menabrak tubuhnya dengan keras sampai sampai ia bisa merasakan udara di bawah punggungnya sebelum sekujur tubuhnya terasa remuk akibat menghantam jalanan beraspal itu.

Dirasanya bau anyir menyeruak kedalam indra penciuman Hye Ra seiring dengan memburam pandangannya sebelum semua menjadi gelap.

Volume suara yang terdengar olehnya juga semakin kecil.. kecil.. kecil dan akhirnya yang tercipta hanya keheningan..

Dan kegelapan.

 

~Story Beginning~

 

Pancaran cahaya membentuk garis demi garis semu, menembus dengan mudahnya permukaan jendela kaca tanpa cela debu itu. Matahari baru saja menampakkan dirinya yang selalu bersinar dan menyinari diiringi dengan kicauan burung yang sahut menyahut memainkan sebuah simfoni nan indah.

Garis garis semu pancaran matahari itu menyinari tepat pada satu objek. Seorang wanita yang tengah terbaring lemah di ranjang lengkap dengan infus yang terhubung menembus kulit putih bersihnya dan juga perban yang membalut melingkari kepalanya.

Tepat di sebelah wanita itu, tengah tertidur pulas seorang bocah lucu berusia 3 tahun. Jemari jemari mereka tertaut erat, mensiratkan bertapa bocah itu menjaga dan mencintainya.

Tak lama berselang, terdengar suara pintu yang di buka. Suara derap langkah pun juga terdengar seiringan dengan sesosok namja berjas putih yang tengah menenteng kantong plastik berisikan beberapa makanan.

Langkah namja yang terdapat name tag bertuliskan nama “Lee Donghae” itu pun terhenti disaat melihat sebuah objek pandangan yang membuatnya tersentuh yang saat ini tersuguh di hadapannya.

“ Hyunie..” Tangan Donghae tergerak menggugah bocah kecil bernama Cho Hyun Hae itu untuk segera terbangun dari tidurnya.

Terlihat Hyun Hae tengah membuka dan mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan retina dengan cahaya yang langsung menerobos masuk.

Appa..” Panggil Hyun Hae pada Donghae.

“ Bangunlah. Appa membawakan makanan untukmu.” Donghae mengangkat sedikit kedua kantong plastik di tangannya.

“ Tapi…”

Appa tidak menerima penolakan.” Donghae sedikit memicingkan matanya.

Hyun Hae menghela nafas dan kemudian beringsut turun dengan malas dari ranjang. Donghae tersenyum melihat tingkah Hyun Hae sambil meletakkan kantong plastik itu di atas nakas.

“ Cha… Ayo basuh wajah dulu.” Donghae meraih tubuh Hyun Hae dengan cepat ke dalam gendongannya.

Yes, Sir!

-oOo-

“ Bagaimana?”

“ Aku berhasil, Eonni!” Terdengar suara dengan nada bangga di ujung sambungan telepon.

“ Baguslah. Kau sudah memastikan keadaannya?”

“ Sudah. Dia tak akan mati. Dia sudah mendapat perawatan di rumah sakit.”

“ Anak pintar. Kau ternyata tahu juga maksudku.”

“ Ya, aku memang mengetahui sifatmu itu, Eonni. Kau tak akan membiarkan seseorang mati dengan mudah sebelum kau puas menyiksanya. Betul?”

“ Jenius!”

Tersungging senyuman sinis disaat jeda pembicaraan itu. Sosok wanita cantik dengan aura angkuh yang mengitarinya itu menatap dengan tajam sebuah foto yang terpampang di layar laptopnya. Tangannya seketika mengepal erat menahan gejolak dari dalam tubuhnya. Entah ini perasaan senang yang begitu membuncah atau perasaan lainnya.

“ Hahaha.”

Gumawo.

“ Bukan Jung Rae Mi namanya kalau tak bisa menyelesaikannya dengan baik. Meskipun ini pengalaman pertamaku….”

“ Membalaskan dendam?”

Nde. Sebenarnya bukan dendam-mu saja, tetapi dendam-ku juga. Eonni tahu bukan selama 3 tahun ini aku harus mem-betah-kan diri melihat wanita jalang itu mendekati Donghae Oppa? Sungguh melihatnya membuatku muak!”

“ Hahaha. Kau sungguh jahat, Rae Mi-yaa!”

“ Hahaha. Kau yang menyebabkannya, Eonni.”

-oOo-

Appa..Appa..” Hyun Hae menepuk nepuk lengan Donghae yang tengah memangkunya.

“ Hmm. Ada apa, Hyunie?” Jawab Donghae sambil mengarahkan sesendok nasi lengkap dengan lauk berupa daging ikan ke mulut mungil Hyun Hae.

“ Lihatlah Eomma, Appa. Tangannya bergerak. Apa itu tandanya Eomma akan segera sadar?”

Donghae tersentak mendengar ucapan Hyun Hae. Matanya segera menatap kearah Hye Ra yang masih terbaring di atas ranjang. Di lihatnya dari ujung kepala hingga akhirnya berhenti pada jemari jemari Hye Ra yang bergerak walaupun hanya sedikit.

“ Hyunie, Appa akan periksa keadaan Eomma sebentar.” Donghae berdiri sambil mengangkat tubuh Hyun Hae dan mendudukkan di kursi yang sama dengan yang baru saja didudukinya.

“ Hyunie bisa melanjutkan sarapan sendiri, bukan?” Donghae menyodorkan piring berisi sarapan yang sebelumnya ia suapkan kepada Hyun Hae.

Ne.”

Donghae berjalan ke samping ranjang. Di tatapnya wajah Hye Ra dengan mata sendunya sebelum akhirnya tangan Donghae meraih pergelangan tangan Hye Ra. Dirasakan denyut nadi yang berdetak teratur. Hal itu membuat Donghae tersenyum lembut.

Eomma, akan sadar sebentar lagi.” Donghae membalikkan tubuhnya kembali kearah Hyun Hae yang tengah menyuap makanan meski matanya tetap memperhatikan kearah Donghae dan Hye Ra.

Jinjja!

Donghae mengangguk membenarkan. Ditatapnya wajah berseri seri Hyun Hae saat ini hingga membuatnya menyunggingkan senyuman.

“ Aku berjanji tak akan meninggalkan Eomma. Aku akan disini menunggu sampai Eomma membuka mata.” Kata Hyun Hae tegas sambil menegakkan duduknya.

“ Hyunie memang anak yang baik. Kau tahu, Appa sangat bangga padamu.” Donghae menekuk kakinya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Hyun Hae. Di usapnya perlahan pucuk rambut berwarna kecoklatan itu dengan penuh sayang.

Hyun Hae tersenyum penuh bangga kearah Donghae. Hal yang paling ia senangi adalah ketika Appa-nya mengatakan bahwa ia bangga pada Hyun Hae. Sungguh Hyun Hae sangat menyukai ketika pujian itu di lontarkan padanya.

“ Hyu..nie..”

Tiba tiba suara serak dan hampir saja tak terdengar itu pun memecah keheningan yang sempat terjadi di ruangan bernuansa putih ini.

Eomma!!

-oOo-

Hari ini tepat seminggu setelah Hye Ra membuka kembali matanya dan sepenuhnya sadar menatap dunia. Itu berarti sudah 10 hari Hye Ra berada dan di rawat di rumah sakit. Sejujurnya ia sudah tak begitu betah berada di sini dengan bau bau obat yang menyeruak ke dalam hidungnya setiap hari. Ia juga merindukan makanan makanan selain bubur yang selalu di siapkan disini. Sungguh Hye Ra merasa jenuh dan segera ingin pulang menjalankan aktivitas sehari harinya.

“ Bagaimana keadaan Anda?” Tanya seorang lelaki setengah baya berbalutkan jas dokter yang baru saja memasuki ruang perawatan Hye Ra.

“ Aku sudah merasa sehat. Bolehkah aku pulang, Uissa?” Tanya Hye Ra penuh harap.

“ Saya akan memastikan dulu keadaan Anda dalam kondisi stabil.”

Dokter itu pun melakukan pengecekan terhadap kondisi tubuh Hye Ra dengan teliti. Tak ada sedikitpun yang terlewatkan.

“ Baiklah. Anda boleh pulang besok. Hari ini perbanyaklah istirahat.” Ujar Dokter itu sambil menutup map berisi laporan tentang perkembangan Hye Ra.

Gamshamnida, Uissanim.

-oOo-

Jinjja? Eomma diperbolehkan pulang besok?”

“ Hmm. Kau senang ‘kan, Hyunie?”

Neomu neomu haengbokke!”

Hyun Hae merentangkan tangannya dan langsung memeluk tubuh Hye Ra erat dalam sekali gerakan. Hye Ra meletakkan dagunya diatas kepala Hyun Hae sementara tangannya mengelus lembut punggung anaknya itu.

“ Wah, rupanya aku mengganggu acara ibu dan anak ini.”

Appa!!” Hyun Hae sontak menoleh dan melepaskan pelukannya pada Hye Ra.

Mianhae Hyunie, beberapa hari ini Appa sangat sibuk. Banyak pasien yang harus Appa tangani sampai sampai tak ada waktu untuk bertemu Hyunie.” Donghae berjalan kearah ranjang Hye Ra dimana Hyun Hae tengah duduk di atasnya.

Appa, Hyunie sangat merindukan Appa!”

Nado.” Donghae mengambil tubuh Hyun Hae dan menggendongnya. Diciumi-nya pipi gembil itu dengan gemas.

“ Tapi, Appa sudah tahu kalau besok Eomma sudah boleh pulang ke rumah?”

Ne. Kim uissanim sudah mengatakannya pada Appa.” Kata Donghae tetap dengan menggendong Hyun Hae.

Hye Ra nampak tengah tersenyum menatap Donghae dan Hyun Hae yang tengah tertawa bersama. Sungguh hal ini membuat sedikit kelegaan di dalam hatinya. Entah apa alasannya.

“ Apa pekerjaanmu berjalan lancar?”

“ Mmm. Semua berjalan dengan baik karena aku selalu melakukannya dengan sempurna.”

“ Kau mulai menyombongkan diri lagi, Oppa.” Ujar Hye Ra sambil tergelak.

“ Hahaha. Bukankah orang hebat sepertiku diperbolehkan untuk sedikit menyombongkan diri?”

“ Huh. Kau benar benar sombong sekarang, Oppa. Kurasa aku tak menyukaimu lagi jika terus seperti ini.” Canda Hye Ra,

“ Kau menyukaiku? Benarkah?” Tanya Donghae dengan mata yang melebar dan raut wajah serius.

“ Itu… itu..”

Hye Ra mendadak kagok setelah menyadari kesalahan bicaranya. Saat ini otaknya tengah bekerja keras untuk menemukan alasan untuk meluruskan ucapannya itu. Hal itu membuat kepala Hye Ra sedikit sakit.

Appa, turunkan aku. Aku ingin bermain dengan anak di kamar sebelah.” Tiba tiba Hyun Hae angkat bicara memecahkan atmosfer kecanggungan di ruangan ini. Sepertinya ia mengerti kapan harus memberikan waktu untuk Appa dan Eomma-nya bicara berdua. Benar benar anak pintar.

Donghae menurunkan Hyun Hae dan anak itu berlari keluar, mengakibatkan hanya tersisa Hye Ra dan Donghae di ruangan ini. Hawa canggung semakin menyeruak. Suasana mendadak hening. Tak ada pembicaraan sedikit pun.

“ Apa benar kau menyukaiku?” Tanya Donghae setelah sekian lama diam.

“ Hahaha. Itu… ya.. aku memang menyukaimu, Oppa. Karena aku ingat selama ini kau selalu menjagaku dengan baik. Gumawo.”

“ Kau memang adalah sosok kakak yang selalu ku inginkan. Karena disaat bersamamu aku merasa aman.” Tambah Hye Ra.

“ Hahahaha. Aku juga menyukaimu, Kim Hye Ra. Kau adik yang paling ku sayangi.” Sangat jelas terlihat Donghae memaksakan senyum dan menawarkan sebuah tawa yang bahkan terdengar hambar.

“ Baiklah. Kurasa aku akan mulai sibuk lagi hari ini. Ada beberapa jadwal operasi. Aku pergi dulu. Jaga dirimu.” Donghae tersenyum ketika tangan kanannya mengacak lembut puncak kepala Hye Ra.

“ Semoga sukses.”

Donghae hanya mengacungkan ibu jari disamping tubuhnya  sambil terus berjalan kearah pintu.

‘Asal kau tahu, Hye Ra. Aku sama sekali tak pernah menganggapmu sebagai adik. Sungguh! Aku memandangmu dan menganggapmu sebagai wanita.’

-oOo-

“ Sudah kau pastikan tidak ada barang yang tertinggal?” Tanya Donghae sambil menutup bagasi mobilnya.

Ne.”

“ Baiklah. Kajja!”

Hari ini, Hye Ra akan pulang ke rumah. Kembali dari kehidupan yang sangat membosankan yang sudah 11 hari dijalaninya di dalam rumah sakit. Sangat senang, sudah pasti. Bahkan Hye Ra sangat kegirangan saat membereskan barang barang yang ia bawa ke rumah sakit. Sudah terbayang di benaknya segala hal yang ia rindukan  dan tak bisa ia lakukan disaat dirumah sakit. Memabayangkan membuat jantung Hye Ra seperti melompat lompat.

Hye Ra membuka pintu mobil dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas jok mobil. Disandarkan pula punggungnya sembari menghela nafas panjang untuk menyegarkan kembali paru parunya.

Eomma ingin melakukan apa sepulang dari rumah sakit?” Hyun Hae membalikkan tubuhnya yang tengah duduk di jok depan tepat di sebelah Donghae menjadi menghadap Hye Ra.

“ Emm. Entahlah. Hyunie ingin Eomma memasakkan sesuatu?” Hye Ra sedikit memajukan tubuhnya ke arah Hyun Hae.

Anni. Hyunie hanya ingin Eomma beristirahat.” Hyun Hae menggelengkan kepalanya tegas.

“ Manis sekali. Hyunie benar benar seorang lelaki! Appa bangga pada Hyunie.” Ujar Donghae yang baru saja masuk ke dalam mobil dan duduk di jok kemudi.

“ Dan itu berarti kita harus mengerjakan semua pekerjaan Eomma.” Hyun Hae membalikkan tubuhnya ke arah semula dan duduk dengan manis dengan tangan yang terlipat di depan dada. Ia menyunggingkan sebuah senyuman yang sedikit terlihat jahil ke arah Donghae.

“ Berarti Hyunie menyuruh Appa mengerjakan semuanya.”

“ Bersamaku, Appa.” Ujar Hyunie sambil tergelak melihat ekspresi Appa-nya itu.

-oOo-

Hye Ra mendudukkan tubuhnya di atas ranjang empuk yang hampir 2 minggu tak pernah ia tiduri itu. Buktinya, sprei beserta selimut itu masih terbentang rapi tanpa ada lipatan kusut sedikit pun.

“ Hhh~ setiap aku berada disini, aku malah merindukan suasana rumahku.” Hye Ra ber-monolog.

Hye Ra hanya duduk selama kurang lebih satu menit sebelum bangkit dan berinisiatif untuk menata kembali barang barang yang dibawanya saat di rumah sakit kembali pada tempat sebelumnya.

Drrt.. Drrtt..

Tiba tiba ponsel Hye Ra bergetar dan membuatnya langsung merogoh tas tangannya.

“ Jongwoon Oppa?”

Tanpa pikir panjang Hye Ra menekan tombol hijau untuk menjawab telepon kakak-nya itu.

Ne Oppa, Waeyo?

“ Bagaimana kabarmu, Hye Ra?”

Hye Ra termenung. Ia tak mungkin mengatakan bahwa dirinya baru saja pulang dari rumah sakit karena kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya itu.

“ Aku baik baik saja. Bagaimana keadaanmu, Oppa?”

“ Aku sangat merindukanmu.”

“ Hahaha. Baiklah. Jika ada waktu aku akan pulang ke Korea.”

“ Justru itu yang ingin ku bicarakan denganmu.”

“ Maksud Oppa?”

“ Aku sudah menyiapkan tiket pesawat untukmu dan juga…. Keponakanku.”

Oppa?”

“ Jadwal penerbangannya lusa. Persiapkanlah dirimu.”

“ Tapi….”

“ Aku rasa aku harus menutup teleponnya. Kau tahu, sambungan telepon internasional sangatlah mahal.”

“ Dasar pelit!”

“ Hahaha. Anniya. Ada klien yang harus ku temui segera.”

“ Oke. Tutuplah teleponnya.”

Ne. Bogoshipeo. Sampai jumpa di Seoul lusa.”

Nado bogoshipeoso, Oppa.

PIP..

-oOo-

“ Aku akan kembali ke Seoul lusa.”

“ Secepat itukah? Kau baru saja pulih, Hye Ra.”

Donghae menatap Hye Ra yang ada di hadapannya dengan tatapan tak percaya bercampur tatapan kaget.

“ Tapi aku juga merindukan Seoul. Sudah 3 tahun aku di Tokyo tanpa sekalipun pulang ke negara asalku.”

“ Tapi Hyun Hae….”

“ Aku akan membawanya bersamaku.”

“ Hye Ra, kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu…”

“ Kumohon Oppa. Aku juga ingin berkumpul dengan keluargaku lagi.”

Donghae tersentak kaget disaat tangan Hye Ra sudah menggenggam erat tangannya. Hye Ra terlihat tengah meyakinkan Donghae bahwa ia akan baik baik saja.

“ Baiklah. Aku juga tidak mempunyai hak khusus untuk melarangmu bertemu keluargamu kembali.” Tersirat sebuah nada ketidak relaan setelah hembusan nafas panjang dan berat seorang Lee Donghae.

Gumawo, Oppa. Aku berjanji akan menjaga diriku dan Hyun Hae dengan baik disana.”

Hye Ra berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Donghae. Direngkuhnya leher namja itu dari belakang.

“ Sekali lagi. Terimakasih, Oppa.

Hye Ra melepas pelukan singkatnya itu dan berjalan meninggalkan Donghae yang masih termenung di ruang keluarga. Sendirian. Dengan pikiran yang berkecamuk hebat didalam sana.

‘ Aku tak mempermasalahkan kau bertemu keluargamu kembali. Tetapi aku takut satu hal.. Kau bertemu dengan laki laki itu lagi dan tak akan bisa kembali ke sisiku. Sungguh aku takut, Kim Hye Ra.’

-oOo-

Hari masih menunjukkan pukul enam waktu Tokyo. Matahari bahkan masih tampak terlalu enggan muncul dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Tetapi berbeda dengan dua orang dewasa yang tengah berjalan di antara seorang anak kecil yang sibuk menggeret koper kecilnya.

“ Kapan pesawatmu akan lepas landas?” Tanya Donghae pada Hye Ra yang ada di hadapannya.

“ Setengah jam lagi.”

“ Mengapa kau mengambil pesawat pagi? Padahal aku masih ingin lebih lama bersama kalian. Kita bisa membeli buah tangan terlebih dahulu atau apapun.”

“ Aku tak tahu. Oppa-ku yang menyediakan tiket ini.”

“ Emm. Baiklah. Tapi.. kapan kau akan kembali?”

“ Segera.”

“ Aku akan selalu menunggumu.”

Hye Ra hanya membalasnya dengan senyuman. Cukup lama Hye Ra dan Donghae saling bertatapan tanpa adanya kata kata. Ya, hanya menatap manik mata satu sama lain dalam dalam.

Eomma, bukankah kita harus check in?” Hyun Hae menarik pelan ujung dress panjang yang di kenakan Hye Ra.

“ Ooh.. ne.. kita harus check in sekarang.” Hye Ra mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Sunguh terlihat sebuah kecanggungan dari sorot matanya.

“ Emm. Benar. Kalian harus segera check in.” Ujar Donghae sambil mengamati arloji di pergelangan tangannya.

Dalam hati Donghae terus berharap agar waktu berhenti saat ini juga. Tepat disaat Hye Ra masih berada di hadapannya dan masih berada di area penglihatannya. Ia ingin waktu berhenti dan berputar kembali dimana saat Hye Ra belum bertemu dengan Kyuhyun. Ia ingin Hye Ra menemukannya terlebih dahulu karena ia berjanji akan merubah semua kehidupan menyedihkan Hye Ra selama ini. Tentu dengan kebahagian.

Appa…

Appa akan sangat merindukanmu, Hyunie.”

“ Jaga diri Appa baik baik.”

“ Hahaha. Kau lucu sekali. Seharusnya Appa yang berkata padamu seperti itu.”

“ Aku janji akan menjaga diriku sendiri dan juga menjaga Eomma.” Hyun Hae menyudahi pelukannya kepada Donghae. Terlihat mata bulat itu sedikit berair karena ingin menangis.

“ Hye Ra, jaga dirimu. Aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika kau kembali dengan keadaan yang tidak baik.”

“ Kau sudah mengatakannya berkali kali, Oppa.

Oppa, terimakasih untuk selama ini. Terimakasih sudah menjagaku, merawatku dan menyayangiku. Dan.. terimakasih sudah merahasiakan identitas dan keberadaanku disini. Aku berhutang padamu, Oppa.” Hye Ra memeluk ringan tubuh Donghae.

“ Aku senang… aku senang kau berada disisiku.”

-oOo-

Di dalam ruangan yang di dominasi warna coklat ini, tengah duduk seorang namja tepat di depan laptop. Matanya dengan jeli mengamati setiap deret kata yang terdapat pada layar datar itu. Serentetan tulisan yang merupakan e-mail yang dikirim oleh detektif bayarannya itu di baca dengan begitu cermat. Tak ada satu huruf pun yang terlewat.

‘ Selama ini nona Kim Hye Ra mengganti namanya menjadi Yoshizawa Naoko. Ia juga mengganti tanggal lahir dan seluruh identitasnya. Hal itu yang selama ini menyusahkan kami untuk melacak keberadaannya. Informasi yang kami dapat, ia baru saja lulus dari Universitas Tokyo jurusan Kedokteran dan nona Kim Hye Ra tinggal di daerah Bunkyo dekat dengan Universitas Tokyo. Kerap beberapa kali ia terlihat tengah bersama seorang anak kecil yang kira kira berusia 3 tahun yang setelah kami selidiki bernama Hyun Hae.’

“ Hyun Hae? Apa mungkin……”

Namja bermarga Cho itu mengambil ponsel yang ada tepat di sebelah laptop-nya itu dengan gerakan cepat.

Yeobseo.

“ Anda sudah membaca e-mail saya?”

“ Ya. Tolong berikan alamat lengkap rumah Hye Ra. Aku akan menyusulnya sendiri ke Jepang hari ini.”

“ Baik. Saya akan kirimkan segera.”

Kyuhyun mematikan sambungan telepon dan langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja.

“ Hhh~ begitu sulit untuk menemukanmu. Tetapi disaat saat terakhir akhirnya aku bisa menemukanmu.” Kyuhyun menghela nafas panjang. Mengeluarkan semua hembusan nafas yang sempat ditahannya tadi.

Ditegapkannya lagi tubuh yang sudah terlanjur tersandar pada sandaran kursi itu.Tangan kanannya bergerak lincah menggerakkan mouse dengan meng-double klik sebuah file yang baru ia sadari juga terlampir di badan e-mail.

Sedetik kemudian terbukalah file berformat .jpg itu. Lagi lagi Kyuhyun hanya bisa diam dan menahan nafasnya. Sebuah foto wanita yang selama ini di carinya dan juga dirindukannya. Kim Hye Ra. Tak ada yang berubah. Ia masih memiliki senyum malaikat itu. Ia masih memiliki pancaran semangat di kedua manik mata hitamnya itu.

Drrrt.. Drrrt..

Beruntung suara getaran ponsel Kyuhyun mampu mengembalikan pemiliknya dari dunia pikirannya sendiri. Dan juga membuat Kyuhyun ingat bagaimana cara menghembuskan nafas kembali.

Di sambar cepat ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan untuknya. Benar saja, detektif Jang mengirimkan sederet alamat lengkap berdomisili Jepang itu.

Kyuhyun segera berdiri dan mengambil jas hitam yang tersampir di sofa. Ia juga mengambil koper berukuran sedang dan dimasukkan kebutuhan kebutuhannya saat disana. Setelah dirasa semua selesai, Kyuhyun bergegas keluar dari kamarnya.

Waktu seperti tengah mengejarnya tanpa henti. Namja itu melangkahkan kakinya dengan cept saat menuruni setiap anak tangga yang membentang panjang ke bawah.

“ Kau mau kemana, Kyuhyun-aah?” Suara berat itu sukses membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.

Dilihat ayahnya yang tengah menyesap secangkir teh gingseng sambil membaca koran dan juga ibunya yang sedang memakan buah buahan segar tepat disamping suaminya itu.

“ Aku akan ke Jepang.”

Mwo?!

“ Aku akan menjemput gadis-ku. Dan memperkenalkannya kepada kalian.”

“ Tetapi keluarga gadis yang akan kami kenalkan padamu akan datang besok, Kyuhyun-aah.”

Mianhamnida, Eomma. Tetapi aku harus tetap ke Jepang.”

“ Tidak! Aku tidak mengizinkanmu!”

Aboji?”

“ Seharusnya kau membawanya jauh jauh hari sebelum aku akan memperkenalkanmu dengan anak relasiku.”

“ Tetapi Aboji. Aku benar benar tak bisa. Aku tak bisa mencintai selain wanita itu.”

“ Tak ada membantah! Kau tak ku izinkan pergi.”

Mianhamnida, Aboji. Saat ini aku harus egois.”

Di cengkramnya kuat kuat tuas kopernya dan ia melangkahkan kakinya lagi menuju pintu utama.

Yeobo-yaa!!

Sebuah teriakan histeris dari balik badan Kyuhyun membuatnya lagi lagi harus menghentikan laju kakinya dan membalikkan tubuhnya.

Aboji!” Mata Kyuhyun membulat melihat ayahnya yang tengah terkapar di lantai dengan tangan yang memegangi dada kirinya.

-oOo-

“ Detektif Jang, aku tak bisa ke Jepang. Tolong kau saja yang bawa Hye Ra kembali ke Korea.”

“ Tetapi Tuan Cho, saya baru saja menyelidiki dan mendapat info bahwa hari ini nona Kim Hye Ra sudah meninggalkan Jepang dan pergi ke luar negeri. Lagi lagi kita tak bisa melacak tujuannya. Sepertinya nona Kim Hye Ra mempunyai seorang kenalan yang berpengaruh di Jepang sehingga data data selama dia berada di sana sangat sulit di lacak.”

“ Seseorang?”

“ Kami masih mengupayakannya dan berusaha yang terbaik.”

“ Baiklah. Jika ada perkembangan, segera hubungi aku.”

Ye.”

PIP.

Kyuhyun menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Di helanya nafas kasar sembari memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana jeans-nya itu. Kedua telapak tangan hampa itu tergerak untuk mengusap wajahnya yang terlihat sudah sangat kusut itu. Diacaknya frustasi rambut berwarna coklat tua itu.

Dengan gusar ditatapnya sosok paruh baya yang tengah terbaring lemah di ranjang tepat di samping kursi tempat Kyuhyun duduk.

Aboji. Aku sangat mencintainya. Tetapi aku pernah melakukan hal yang benar benar buruk. Aku ingin meminta maaf dan ingin memulai dari awal bersamanya.”

“ Masih banyak hal yang ingin ku bicarakan dan ku lakukan dengannya.”  Ujarnya lirih.

Ditatapnya iba sang ayah yang belum juga sadarkan diri. Terbesit sebuah perasaan bersalah yang sedikit membuatnya kembali berfikir. Kyuhyun menundukkan kepalanya dalam. Terdengar berkali kali ia menarik nafas dan menghembuskannya dengan keras. Saat ini di dalam hati dan pikirannya sedang terjadi sebuah badai hebat. Ia benar benar harus memutuskannya. Keputusan yang berimbas pada kelanjutan hidupnya nanti.

“ Baiklah. Aku akan melepaskannya. Aku mencoba.”

“ Maaf Aboji. Telah membuatmu kembali terbaring lemah.”

-oOo-

Hari masih pagi, matahari baru saja menyapa belahan dunia ini sekitar sejam yang lalu, tetapi itu tak berpengaruh pada keadaan Bandara Incheon yang sudah mulai padat. Banyak orang yang berlalu lalang.

Diantara banyak orang yang tengah sibuk berlalu lalang itu terlihat sesosok wanita dengan kacamata hitam yang menggantung apik pada batang hidungnya yang mancung dan juga memberi kesan elegant pada sang pemakai. Dia tengah berjalan melewati pintu kedatangan internasional dengan menggandeng seorang anak laki laki yang begitu terlihat tampan dengan balutan jaket rajutan berwarna biru dongker dan juga kacamata yang sengaja di selipkan di antara helaian rambut tebalnya. Merekalah Kim Hye Ra dan Hyun Hae.

“ Woaaah.”

“ Inilah Korea, Hyunie. Apa Hyunie senang?”

Ne. Tak jauh beda dengan Tokyo. Tapi eomma, apa samchon sudah datang untuk menjemput kita?”

Chakkaman.” Untuk beberapa saat Hye Ra melepas kacamata hitamnya dan menyipitkan matanya untuk mencari sosok namja itu. Kim Jongwoon. Kakaknya.

Kajja.” Hye Ra tersenyum senang ketika berhasil menemukan kakaknya diantara kerumunan orang. Ia langsung menggandeng kembali tangan Hyun Hae dan melangkah beriringan kearah Jongwoon.

Oppa!!

-oOo-

Welcome to our house, My Dear!” Ujar Jongwoon sambil membuka lebar lebar pintu utama rumah bergaya mediteran ini.

“ Woaaah. Tak begitu banyak perubahan. Kau tahu Oppa, aku sangat merindukan suasana di rumah ini.”

Samchon.” Panggil Hyun Hae.

Ne, Hyunie. Waeyo?” Jongwoon sedikit membungkukan tubuhnya.

“ Apa eomma dan samchon selalu tinggal berdua? Mana haraboji dan halmeoni?”

Haraboji dan halmeoni sedang berada di Paris karena harus mengurus bisnis. Hyunie pasti tahu Paris, bukan?”

Ne. Ibukota Perancis?”

“ Anak pintar.” Jongwoon tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala Hyun Hae.

“ Ahh.. samchon neoumu kyeopta. Mata samchon bisa menghilang saat tersenyum.”

“ Hahahahaha. Kau benar, Hyunie.” Hye Ra terkikik geli mendengar penuturan anaknya itu.

“ Kau tahu, Hyunie benar benar terlalu pintar dan kadang terlalu jahil untuk anak seumurannya.” Dengus Jongwoon sambil menatap Hye Ra.

“ Hahahaha. Hyunie memang anak yang seperti itu. Tapi bukankah itu lucu?”

‘ Dia benar benar mewarisi sifat ayahnya. Mirip sekali!’ Ucap Jongwoon dalam hati.

“ Oh ya, samchon. Kapan Hyunie bisa bertemu dengan haraboji dan halmeoni? Hyunie sangat ingin bertemu mereka.”

“ Hyunie pasti akan bertemu dengan mereka. Tenang saja!”

-oOo-

Jongwoon menghentikan langkahnya ketika melihat Hye Ra tertawa lepas disaat tengah bermain dengan Hyun Hae. Seulas senyum tersungging di bibirnya. Ada perasaan sedikit lega yang menyeruak di dalam dadanya. Akhirnya Hye Ra bisa kembali tertawa tanpa terlihat sedikit pun beban yang tengah menghimpitnya.

Tetapi, disatu sisi ia merasakan sebuah keanehan. Hye Ra sudah tak pernah mengungkit ungkit tentang Kyuhyun semenjak kembali ke Seoul. Apakah ia sudah benar benar melupakan Kyuhyun dan perasaannya? Atau mungkin telah ada yang menggantikan posisinya di hati Hye Ra? Tetapi apakah semudah itu?. Banyak pertanyaan yang memenuhi kepala Jongwoon seputar Hye Ra dan Kyuhyun. Rasa penasaran mau tak mau ikut membuncah. Tetapi niatan untuk bertanya itu ia urungkan karena Jongwoon tak mau merusak suasana hati Hye Ra yang tampak sangat bahagia ini.

“ Hey.. hey.. apa kalian tidak lelah terus tertawa terbahak bahak seperti itu?” Jongwoon akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dengan Hye Ra dan Hyun Hae yang tengah asyik bercanda di ruang tengah.

Anniya. Di Jepang aku selalu bercanda seperti ini dengan Hyunie.”

“ Iya. Hyunie selalu bercanda dengan appa dan eomma. Kadang kadang perut Hyunie sampai sakit karena terlalu lama tertawa. Hahahaha.”

“ Hahaha. Benar.”

‘Appa?’

-oOo-

Hye Ra melepaskan ikat rambutnya dan kemudian duduk di depan meja rias. Di ambilnya sisir yang tergeletak di atas meja itu dan mulai menyisirkannya ke rambut hitam nan lurus itu. Ditatapnya pantulan gambar diri yang terbias lurus dan tegak itu dengan seulas senyum. Hye Ra menatap cermin cukup lama. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Ia terlihat tengah berpikir dalam tatapan kosongnya itu.

Raut wajahnya seketika berubah. Senyuman itu tak lagi terkembang. Hye Ra menjadi tampak begitu gelisah. Butir demi butir keringat mulai membasahi pelipisnya.

“ ARGGH!” Hye Ra meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan.

Dengan tangan yang gemetar itu, diraihnya gelas berisi air mineral yang kebetulan berada di dekatnya. Segera ditenggaknya habis tak bersisa air mineral itu.

“ Hari ini aku begitu kelelahan. Aku harap Jongwoon Oppa mempunyai persediaan obat sakit kepala.”

Hye Ra beranjak dari duduknya dan melangkah keluar kamar dengan sedikit terhuyung huyung.

Oppa.” Hye Ra memanggil Jongwoon yang tengah menonton televisi dengan nada lemah.

“ Hye Ra. Apa ada masalah? Kau terlihat pucat.” Jongwoon terkesiap melihat keadaan Hye Ra yang lemas.

“ Aku hanya merasa sedikit pusing. Apa Oppa punya obat sakit kepala?”

“ Aku punya. Duduklah. Aku akan mengambilnya.”

“ Hmm. Baiklah.”

Hye Ra duduk di sofa yang sebelumnya di duduki oleh kakaknya itu. Tangan kanannya tergerak untuk memijat dahinya yang terasa sedikit pening itu.

Ige. Minumlah.”

Gumawo, Oppa.”

Hye Ra mengambil pil yang di sodorkan oleh Jongwoon dan langsung menelannya.

Ige.” Jongwoon menyodorkan air mineral kepada Hye Ra.

Ne.”

Hye Ra mendesah lega setelah sebutir obat tadi telah diminumnya. Dirasa kepalanya sudah sedikit membaik.

“ Kemarilah.” Tiba tiba Jongwoon  menepuk nepuk pahanya sebagai isyarat agar Hye Ra merebahkan kepalanya di sana.

Mau tak mau Hye Ra menuruti keinginan kakaknya itu. Direbahakan kepalanya di atas paha Jongwoon.

“ Mungkin ini akan sedikit meredakan sakit kepalamu dan mungkin akan membuatmu sedikit mengantuk.”

Tangan berjari mungil itu mulai menyentuh dahi Hye Ra dan memijatanya dengan arah yang teratur. Diulanginya berkali kali gerakan dengan arah yang sama itu, dari kedua sisi dahi ke satu titik tepat diantara kedua alis Hye Ra.

Hye Ra merasa sakit kepalanya mulai mereda dan digantikan oleh rasa kantuk yang membuai untuk cepat menutup kedua matanya. Tanpa ada penolakan, Hye Ra pun menutup matanya dan tertidur pulas.

“ Kau benar benar tak berubah, Kim Hye Ra.”

-oOo-

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Korea. Di sebuah ruang keluarga yang sangat luas dan megah itu, tengah duduk sepasang suami istri paruh baya dengan pakaian yang terlihat glamour khas kaum pejabat.

“ Mengapa Kyuhyun lama sekali?” Tanya pria bernama Cho Yeung Hwan itu kepada istrinya, Cho Hana.

“ Sebentar lagi ia akan turun. Sabarlah.”

Tak lama kemudian, terdengar sebuah derap langkah dari arah tangga. Yap, Cho Kyuhyun!. Setelan jas hitam yang membalut kemeja putih itu terlihat begitu apik membalut tubuhnya. Dari ujung rambut sampai ujung kaki benar benar sempurna. Tak ada cela sedikit pun. Dialah sosok yang paling diidam idamkan hampir seluruh wanita.

“ Apa kau sudah siap?” Tanya pria paruh baya itu lagi.

Ye, Aboji.

Ia berbohong karena sama sekali tak ada kata siap dalam dirinya untuk apa yang akan terjadi malam ini. Malam ini akan menjadi malam dimana ia harus melupakan Hye Ra dan akan bertemu dengan seseorang yang akan di jodohkan dengannya. Hhh~ sungguh malam yang buruk!.

“ Jae Min-ssi. Antarkan kami ke restaurant N-Grill.”

“ Baik Tuan.”

-oOo-

Oppa, sebenarnya kita mau kemana?” Tanya Hye Ra sambil membenahi lipatan pada gaun malam berwarna biru tua itu.

“ Mengajakmu dan Hyun Hae ke suatu tempat.”

“ Tetapi apa harus memakai pakaian formal seperti ini?”

“ Sudahlah.”

“ Beritahu aku terlebih dahulu kemana kita akan pergi. Baru aku akan ikut.”

“ Baiklah.. Baiklah.. Kita akan makan malam di N-Grill.”

“ N-Grill? Namsan?”

“ Ya. Kau senang?”

Ne.”

..TBC..

About these ads

29 pemikiran pada “(Author Freelance) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! (It’s Your Baby) Part 12

  1. Wah? Restorannya sama. ƍäª mungkinkan klo mereka akan di jodohkan… Tapi semoga aªjªa begitu..
    Jangan Persulit lagi kisah mereka author, biarkan aªjªa mereka di jodohkan, jdi masalah nya tgl masalah mereka berdua menjalani perasaan msg2.

    Jgn sampai deh, klo ternyata yg dijodohkan dgn kyu cewek jahat itu. Uhhh…

  2. part ini kependekan g ada greget’a :-D ….tp smoga aja yg dijodohin ma kyu bkn cew jahat itu….tetap semangat ya thor….

  3. mwoooo ?
    da pa nie ?
    pa yeoja yg mw djdohkan ma kyuhyun tu hyera ?
    klw emng ea knp joong won stuju ?
    wahhh ksian donghae oppa di tnggalkan gie

  4. Yesung mau mempertemukan kyu dgn hyera ?
    Uwah da pa dgn yesung knpa skrg dy mau mempertemukanNya ?
    Part slnjtnya pasti seru dtUnggU :-D

  5. Wah kayaknya hyera akan sgr bertemu kyu oppa di restaurant N-grill, smg mrk berdua bs bersatu dan hyera nya jg mau dan sgr memperkenalkan hyun hae.. sepertinya donghae oppa cocoknya jd kakak yg baik kayak jong woon oppa

  6. Pasti ntar hyera ketemu sama kyuhyun yah thor?
    Semoga iya yah thor hehe,keep writing thor fighting (^_^)9
    Ditunggu kelanjutan ceritanya thor :D

  7. Ahr’a part ini muncul jg :D

    Agak kecewa sih pas bca coz aq pikir kyu sm hyera bakal ketemu d part ini,,,tp nyata’a mrka msh blm bs ketemu dsni :-(
    Yah walau aq agk kecwa krn kyu msh blm bs ketemu hyera,,tp ke”cewaan aq terobati coz hyera ahir’a plng k korea dan itu berarti kmngknn bwt kyu ketemu sm hyera tuh gede bgt :-) O ow….. ada apa nih d N-gril?? Apkh orng yg d jodohkn dgn kyu itu adlh hyera??? Mdh”n apa yg aq pikirn ni tuh bener :-) #amiiinn

    Ayo donk thor cepetan ketemuin kyu,,hyera sm hyun hae #jebaaaalll

    Next part d tunggu bgt+jgn lm” y…hehehehehe

  8. waaaaaaahhh…. mereka bakal ketemu gk ya??? kyuhyun sm hyera. siapa cewe yg bakal dijodohin sm kyu??? penasaran deh :)
    kenapa donge gk ikut hyera ke seoul. padahal klo ikut, kaya.a makin seru. hihiii…
    next next >.< asap please~ penasaran bgt nih :D

  9. kyaa…>< dont tell me if..
    hahaha jgn bilang klo hye kyu mau d jodohin? hahaha next thor di tunggu kelanjutannya :D

    smoga aj prediksi ku beneran XD

  10. kyu bener2 ga bisa noLak perjodohan itu lagi karna ayahnya. apa mgkn yg mau dijodohkan itu hye ra..??? masa iya sihhh??
    aduhhh…penasaran euyyyy

  11. semoga semoga semoga d jodohin nya samaaa kyuhyun ….. tmpat makan nya uda samaan tuh …. tap part ini kependekan dh hehe d tunggu aja next nyaaa

  12. huweee
    makin gregetan aq sma ni ff :D
    daebak thor :)
    ketinggalan 2 part, tau tau ank hyera dah lahir aja uda umur 3 thn pula,
    ooo ternyata dr.lee itu lee donghae?? ga nyangka sma sekali,,,
    huwaaaaaaaaaa mrka ber 2 kan bias aku semua thor… makin cintahh sm ni epep :)
    lanjuttttt…….

  13. Kyuhyun mau di jodohin sama Hyera? atau nanti kebetulan ketemu aja? aaaaaahh penasaraaan!! cant wait for the next chapterrrrrr hihi fighting thor^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s