[Author Freelance] (FF Series) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby ) Part 11

Cho Kyuhyun and Lee Donghae

Tittle               : I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby )

Author            : Hilyah Nadhirah / Shin Hye Mi

FB                   : www.facebook.com/hilyah.nadhirah 

Twitter           : www.twitter.com/#!/HilyahNadhz 

WordPress      : www.nadhzworld.wordpress.com

Genre             : Sad Romance

Rating             : PG-15          

Leight             : Chapter

Main Cast      : Cho Kyuhyun, Kim Hye Ra, Kim Jongwoon

Disclaimer      : Don’t Bash.. Don’t PLAGIARISM..

 

FF I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby ) Part 1-10 bisa langsung klik di

www.nadhzworld.wordpress.com

~ HAPPY READING!!! ~

 

“ Kau mau memberinya nama siapa?”

“ Emm.. aku akan memberi nama Hyun Hae. Cho Hyun Hae.”  Hye Ra menyebut marga “Cho” itu dengan lirih dan menundukkan kepalanya.

“ Nama yang baik. Hyun Hae. Ada nama kecilku juga disana. Gumawo Hye Ra.”

“ Emm.” Hye Ra tersenyum simpul.

Annyeong Cho Hyun Hae. Appa disini.” Ujar Donghae sambil melambaikan tangannya kearah bayi yang masih berada dalam gendongan Hye Ra.

Appa?”

 

~ Story Beginning ~

-Introducing-

(Cho Hyun Hae)

 

Udara pembawa embun berhembus cukup kencang pagi ini. Berlalu lalang menunggu biasan Sang Surya yang mungkin sebentar lagi akan menggantikannya. Menghilangkan rasa dingin yang menggigit permukaan kulit ini dengan pancaran sinar hangat yang menembus lapisan awan tipis nan terlihat lembut.

Disebuah rumah berasitektur elegant ini, terlihat sesosok namja berbalutkan T-shirt yang dipadu-padankan dengan celana training panjang itu tengah melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar.

Ayunan kakinya pun terhenti di ambang pintu berbahan dasar kayu jati ini. Terkembang seulas senyum pada bibir tipis dan merah itu. Mata berpancarkan sebuah kesenduan tersendiri itu pun sedikit menyipit menatap objek yang ada di hadapannya saat ini.

Dilihatnya gumulan selimut putih yang tebal itu tengah berada di atas springbed king size itu. Rasa gemas tiba tiba menjalar di sekujur tubuhnya. Membuatnya ingin berlari dan segera memeluk erat gumulan selimut tebal itu.

“ Hiyaaaa..Ppaliwa irreona..Namja itu akhirnya berlari dan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang empuk itu. Di peluknya erat erat selimut tebal yang ada di sampingnya itu. Diselipkan tangannya kedalam selimut dan mulai melancarkan aksinya. Menggelitiki tubuh yang masih terbungkus selimut itu.

“ Akkhh. Geli. Hahahaha.” Selimut itu akhirnya tersibak dan langsung memperlihatkan wajah imut berpipi gembil yang matanya tengah menyipit menahan rasa geli yang tercipta pada tubuhnya akibat ulah tangan namja bernama Lee Donghae yang sedari tadi bergrilya menggelitiki tubuh mungil itu

“ Ayo bangun. Hari ini, hari pertama Hyunie sekolah.” Donghae menghentikan aktivitas menggelitik-nya dan langsung beralih merengkuh tubuh bocah mungil itu keatas tubuhnya yang tengah telentang di atas kasur dan mendudukkannya di atas perut Donghae.

“ Ahh.. Tapi Hyunie masih mengantuk.” Bocah berusia 3 tahun itu lunglai dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tubuh Donghae. Matanya tertutup kembali.

Andwae.. Andwae.. Andwae.. Hyunie harus pergi mandi, sarapan, dan pergi ke sekolah.” Donghae bangkit dari tidurnya dan langsung menopang punggung bocah lucu bernama Cho Hyun Hae yang masih bersikukuh menutup matanya erat erat.

Donghae beringsut dari ranjang sambil tetap menggendong tubuh mungil Hyun Hae. Bocah yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri itu pun masih enggan bergeming. Dirasanya pelukan dan gendongan Donghae adalah hal yang begitu nyaman dan tak rela ia lepaskan sedetikpun.

Lihatlah eomma, dia sudah bangun sejak pagi dan sekarang sedang membuat masakan untuk Hyunie. Jika Hyunie masih belum mau bangun, eomma akan sedih karena masakannya tidak Hyunie makan.” Donghae membawa Hyun Hae yang masih setia di dalam dekapannya itu ke ruang makan. Dilihatnya Hye Ra yang tengah berkutat di depan penggorengan.

“ Eungghh.” Hyun Hae hanya menggeliat pelan sebelum tidur kembali di dalam gendongan Donghae dengan tangan yang semakin melingkar erat di leher namja berkulit putih itu.

“ Hei.. ayo bangun anak tampan.” Donghae kembali menggelitiki perut Hyun Hae.

Hyun Hae seketika membuka matanya dan tertawa sambil menggeliatkan tubuhnya menghindari tangan Donghae yang masih berada di perutnya.

“ Hahahaha. Hentikan. Hahahaha.”

“ Tidak akan sebelum Hyunie benar benar bangun.”

“ Hahahaha.. tapi.. hahahaha.. tapi Hyunie sudah membuka mata.” Ujar Hyun Hae disela sela tawa kegeliannya.

“ Anak pintar.” Ujar Donghae sambil menatap mata Hyun Hae.

Donghae masih merasa gemas melihat bocah berpipi gembil ini. Memang, Donghae adalah seorang yang begitu sayang kepada anak anak. Apalagi pada Hyun Hae. Ia menyayangi bocah ini melebihi anak manapun.

“ Tapi Hyunie ingin naik pesawat dulu.” Ujar Hyun Hae polos.

“ Oo. Baiklah.” Donghae tersenyum. Ia mangangkat tubuh Hyun Hae dan mendudukannya di pundaknya.

“ Sudah siap untuk lepas landas, Mister?”

Ne!.” Seru Hyun Hae penuh semangat.

Donghae lantas berlari mengitari meja makan sambil kedua tangannya memegang erat jemari jemari mungil Hyun Hae.

EOMMA!! Aku terbang!” Teriak Hyun Hae pada Hye Ra yang tengah sibuk dengan tumis masakannya.

“ Hati hati, Sayang.” Ujar Hye Ra sambil tersenyum ke arah Hyun Hae.

“ Sebentar lagi kita akan melakukan manufer, Mister.” Seru Donghae dengan tak kalah heboh.

Dengan terus berlari mengitari setiap sudut ruang makan, Donghae memiringkan sedikit tubuhnya. Hal itu membuat Hyun Hae berteriak.

“ HWAAAA.. AKU TAKUT JATUH.. APPA!!

DEG..

Donghae langsung menghentikan laju kakinya. Matanya memandang jauh tepat kearah Hye Ra yang sepertinya juga tersentak kaget mendengar kata terakhir yang meluncur dengan mudahnya dari mulut mungil Hyun Hae.

Sama seperti Donghae, Hye Ra tersentak kaget dengan apa yang di ucapkan anaknya itu sampai sampai ia membalikkan tubuhnya. Tatapannya terkunci pada mata Donghae yang juga sedang menatapnya tanpa berkedip sedetikpun.

Appa.. mengapa berhenti?” Tanya Hyun Hae yang sukses membuat lamunan Donghae dan Hye Ra buyar.

“ Ahh. Ne.

Hye Ra masih terpaku menatap dua orang lelaki yang sudah seperti ayah dan anak itu. Dikembangkan sebuah senyum di bibirnya disaat Donghae menatapnya lagi untuk memastikan keadaannya baik baik saja.

Hye Ra berbalik ke arah semula. Tanpa disangka sangka sejurus kemudian, air mata meluncur dengan derasnya dari kedua pelupuk matanya. Mencoba menangis didalam keheningan, mencoba untuk tak mengeluarkan isakan sekalipun. Karena ia tak ingin anaknya melihat sisi lemah Hye Ra.

Sisi lemah…

Yang selalu di akibatkan oleh satu hal…

Cho Kyuhyun..

***

Laju audy hitam metalik itu perlahan berhenti tepat di depan gerbang sebuah bangunan yang merupakan Playgroup tempat Hyun Hae akan memulai sekolahnya hari ini.

“ Cha, kita sudah sampai.” Donghae mencondongkan tubuhnya kearah Hyun Hae untuk menggapai seatbelt yang menyilang di tubuh bocah bermata onyx ini.

Kajja.” Kata Donghae setelah berhasil membuka seatbelt di tubuh Hyun Hae.

Tak ada jawaban sedikitpun dari Hyun Hae. Donghae mengerutkan dahinya disaat melihat ekspresi Hyun Hae yang tengah melipat kedua tangannya di depan dada dan juga menggembungkan kedua pipi yang berona merah itu.

“ Ada apa, Hyunie?” Tanya Donghae sambil mengelus lembut puncak kepala Hyun Hae.

Hyun Hae tak menjawab namun hanya melirik Donghae sekilas kemudian kembali menatap lurus kedepan.

“ Hei anak tampan. Ada apa?” Tanya Donghae sambil menangkup kedua belah pipi yang menggembung itu.

“ Hyunie tak mau berpisah dengan Appa. Hyunie ingin ikut Appa saja ke rumah sakit. Hyunie tak mau sekolah.” Hyun Hae menatap Donghae dengan wajah memelas.

“ Tak boleh begitu. Bukannya Hyunie ingin menjadi penguasa dunia? Dan penguasa dunia itu harus pintar. Tidak boleh malas sekolah.” Ujar Donghae memberi pengertian pada Hyun Hae.

Tampak Hyun Hae tengah merenung mencoba meresapi ucapan namja yang dianggap sebagai ayahnya itu. Tak lama kemudian, sebuah senyuman lebar tergambar jelas di kedua sudut bibir bocah tampan ini. Senyumannya begitu manis sekaligus mematikan. Kau tahu bukan, siapa yang menurunkan senyuman seperti itu?

Ne. Aku akan sekolah. Karena aku ingin memiliki seluuuuruh dunia.” Ujar Hyun Hae penuh semangat sambil merentangkan tangannya lebar untuk memberi gambaran atas seberapa besar dunia yang ingin ia miliki.

“ Anak pintar! Kajja!.”

***

Gamshamnida. Saya mohon bantuannya untuk menjaga Hyun Hae.” Donghae sedikit membungkukkan tubuhnya di hadapan seorang wanita yang merupakan salah satu guru di Playgroup ini.

Ne.” Wanita yang kira kira berusia 35 tahun itu membalas senyuman Donghae dengan ramah.

“ Hyunie, ayo ucapkan salam pada Jung seongsenim.” Donghae mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Hyun Hae yang berada di sampingnya.

Annyeonghaseo, Jung seongsenim. Noneun Hyun Hae imnida.” Hyun Hae membungkukkan tubuhnya sambil tersenyum lebar.

“ Ahh. Kyeopta.” Jung seongsenim menggapai pipi Hyun Hae dan mencubitnya pelan.

Entah daya tarik apa yang dimiliki Hyun Hae sehingga setiap orang yang melihatnya langsung mendadak gemas. Hahahaha Hyun Hae benar benar akan menjadi namja yang mempesona nantinya.

“ HWAAAA.. APPO!” Tiba tiba terdengar raungan seorang anak kecil dari arah belakang. Hal itu sontak membuat Hyun Hae dan Donghae membalikkan tubuhnya.

Omo! Dia terluka. Appa, Appa.. cepat bantu dia.” Hyun Hae menarik narik ujung celana bahan yang di kenakan Donghae.

Ne.” Donghae pun menghampiri yeoja kecil yang tengah meraung raung kesakitan itu dan langsung menggendongnya. Dilihatlah sekilas lutut bocah itu, terdapat luka menganga.

“ Dimana ruang kesehatannya?” Tanya Donghae pada Jung seongsenim.

“ Disana.”

Donghae menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan akhirnya langsung melangkah lebar menuju arah yang ditunjukkan Jung seongsenim.

“ Apa dia Appa-mu?” Hyun Hae menolehkan kepalanya dan menghadap sesosok yeoja seumurannya tengah berdiri disampingnya untuk menunggu jawaban Hyun Hae.

Ne. Dia Appa-ku.”

“ Woaah. Jeongmal? Pasti kau bangga sekali mempunyai Appa seorang dokter yang hebat.”

Hyun Hae tersenyum sambil memandang lurus kedepan, dimana punggung Donghae hampir tak terlihat olehnya.

Ne. Aku bangga sekali. Dia Appa yang paling hebat di dunia.” Hyun Hae menoleh kearah gadis kecil itu sambil memamerkan senyuman lebarnya.

-oOo-

Setelan jas hitam membalut kemeja putih dengan sentuhan simpulan dasi sempurna di bagian lipatan kerah itu terlihat begitu apik saat dikenakan oleh seorang namja yang tengah berdiri tegap memandang kearah luar ruang kerjanya dari balik jendela berukuran besar itu.

“ Jika ada perkembangan kabar tentang dimana keberadaan Kim Hye Ra saat ini, tolong segera hubungi aku.” CEO muda dan berbakat bernama Cho Kyuhyun itu pun mengakhiri pembicaraan via telepon itu dan langsung memasukkan ponsel keluaran terbaru miliknya ke dalam saku celana.

Ia memutar arah tubuhnya dan berjalan menuju meja kerjanya. Setelah duduk di kursi kebesarannya itu, mata bermanik coklat tua itu menatap tajam setumpuk map berisi berkas berkas yang harus di tandatangani.

Cukup lama ia terdiam dengan pandangan yang masih menatap tumpukan map itu sampai pada akhirnya ia menghela nafas kasar. Ditopang kepalanya dengan sebelah tangannya. Dipijitnya dahi yang mulai berdenyut denyut itu, memberikan efek pusing di dalam kepala Kyuhyun.

“ Sungguh aku tak bisa bekerja dengan baik. Aku selalu memikirkannya.” Gumam Kyuhyun.

Kembali terngiang pembicaraan via telepon dirinya dengan Detektif Jang. Detektif itu adalah orang yang Kyuhyun sewa untuk mencari tahu keberadaan Hye Ra saat ini. Sudah 2 tahun belakangan ini Kyuhyun meminta bantuan Detektif Jang tetapi hasilnya nihil. Tak ada satu pun petunjuk yang ia dapatkan mengenai tempat dimana keberadaan Hye Ra. Sungguh hal ini membuat Kyuhyun frustasi.

“ Permisi. Tuan Cho Yeung Hwan ingin bertemu dengan Anda.” Ujar sekertaris Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam ruangan kerja Kyuhyun.

“ Ya, persilahkan beliau masuk.”

Kyuhyun bangkit dari duduknya ketika melihat sosok paruh baya yang tengah memasuki ruang kerjanya.

“ Sudah lama aku tak berada diruangan ini.” Ujar Tuan Cho sambil tersenyum kearah Kyuhyun.

Ne.

“ Kau benar benar merawat ruangan ini dengan baik. Terimakasih.”

“ Ahh. Ye.”

Tuan Cho pun berjalan mengitari setiap sudut ruang kerjanya dulu dengan bantuan sebuah tongkat kayu yang terlihat mengkilat tengah berada di dalam genggamannya.

“ Bagaimana keadaan perusahaan?” Tanya Tuan Cho dengan tatapan yang masih terkunci pada sebuah foto berukuran besar yang tergantung kokoh di dinding. Foto keluarga Cho.

“ Stabil. Kemungkinan dalam waktu dekat ada peningkatan omzet.” Jawab Kyuhyun.

“ Kerja bagus. Bukan keputusan yang salah aku mengangkatmu menjadi CEO.” Tuan Cho berbalik dan menatap Kyuhyun penuh rasa bangga sambil menepuk nepuk pundak anak bungsu-nya itu.

Gamshamnida.” Kyuhyun setengah menundukkan kepalanya.

“ Apa kau tak ingin menanyakan maksud kedatanganku kemari?” Tuan Cho mendudukkan tubuhnya di sofa berwarna coklat tanah yang memang ada di dalam ruangan Kyuhyun.

Ye?

“ Aku ingin mengatakan suatu hal yang menurutku penting bagimu. Duduklah.” Tuan Cho menunjuk sofa yang ada di sampingnya.

Masih dengan raut wajah bingung, Kyuhyun pun duduk di sofa yang ada di samping tempat duduk ayahnya itu.

“ Aku mohon kau bersiap siap.” Tuan Cho membuka pembicaraan.

“ Bersiap untuk apa, Aboji?”

“ 2 minggu lagi keluarga wanita yang ingin ku kenalkan padamu akan berkunjung ke rumah.”

Aboji… Aboji masih berniat untuk menjodohkanku?” Tanya Kyuhyun dengan nada tak percaya.

“ Ya, ini demi kebaikanmu juga. Bukankah menyandang pekerjaan berat dan besar seperti dirimu yang menjadi CEO, harus memiliki pendamping yang nantinya juga akan membantumu?”

“ Tapi bukankah aku sudah pernah mengatakan tidak akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri?”

“ Ya aku tahu. Tetapi selama ini kau tak pernah mengenalkan siapa gadis yang kau maksud.”

“ Saat ini aku masih berusaha mencari keberadaannya. Jadi mohon Aboji bersabar sedikit lebih lama.” Mohon Kyuhyun.

“ Kyuhyun-aah, kau mengerti bagaimana keadaanku saat ini. Jika sesuatu terjadi padaku secara tiba tiba dan kau juga belum menemukannya, apa kau tega?”

“ Tapi, Aboji…

“ Aku mohon… kali ini saja.”

Tuan Cho berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu, meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk dengan mata yang menatap nanar punggung ayahnya yang mulai menghilang di balik daun pintu.

Sendirian. Hanya tersisa Kyuhyun seorang dalam ruangan megah ini. Dihempaskan punggungnya pada sandaran kursi yang empuk. Matanya terpejam meresapi denyutan denyutan pada dahinya. Pening. Benar benar rasa pusing telah menjalar di seluruh rongga kepalanya.

Kyuhyun pun membuka kembali matanya dan menghembuskan nafas berat. Ditautkan jemari jemarinya dengan erat. Matanya memandang kosong lurus kedepan, sepertinya ia tengah menimbang nimbang suatu hal.

Tak lama berselang, dirogohnya saku celana dan dikeluarkannya ponsel berwarna putih itu. Jemari Kyuhyun dengan lincahnya menekan angka angka yang terdiri dari beberapa digit itu. Sepertinya nomor itu telah dihafalnya di luar kepala.

Yeobseo.

“………”

Ne. Temukan keberadaannya sebelum 2 minggu lagi.”

“……….”

“ Akan kupastikan bonus langsung ku kirim ke rekening Anda.”

PIP..

Dijauhkan ponsel itu dari telingannya dan dimasukkan kembali ke dalam saku celana bahan berwarna hitam itu.

“ Hanya kabar dari Detektif Jang satu satunya harapanku. Sungguh aku mulai gila memikirkan semua ini.”

-oOo-

Donghae’s Home, Bunkyo, Tokyo.

 

“ Hyunie.. Hyunie.”

Donghae dengan cepat membuka pintu audy-nya dan langsung berlari mengejar Hyun Hae yang telah terlebih dahulu berlari masuk kedalam rumah sesaat ketika mobil Donghae berhenti di pekarangan.

Donghae tahu pasti ada yang tidak beres dengan Hyun Hae. Ia tahu betul sifat dan sikap anak yang sudah ia besarkan selama 3 tahun ini bersama Hye Ra.

Kali ini sikap Hyun Hae sangat aneh. Ia terus saja merengut dan tak mengatakan sepatah kata pun saat dalam perjalanan pulang. Hal  ini bertolak belakang dengan sifat Hyun Hae yang terkenal pintar dan banyak bertanya tentang apapun yang tak ia ketahui, seperti juga saat perjalanan pulang. Selalu saja ada yang di tanyakan, entah itu rambu lalu lintas atau hal lain yang ia lihat.

“ Hyunie, ada apa? Hyunie pulang dengan samchon Lee ‘kan?” Tanya Hye Ra disaat melihat Hyun Hae memasuki rumah dengan menenteng sepasang sepatunya.

Hyun Hae menghentikan langkahnya dan menatap Hye Ra sekilas sebelum melanjutkan hentakan langkahnya.

“ Hei. Kalau eomma sedang bertanya, Hyunie harus menjawabnya. Hyunie pulang bersama samchon Lee ‘kan?” Hye Ra meraih tangan mungil Hyun Hae dan mencegahnya untuk pergi. Hye Ra juga menekuk lututnya di hadapan Hyun Hae untuk mensejajarkan tinggi mereka.

“ SIAPA SAMCHON LEE?! AKU TIDAK MENGENALNYA!!” Teriak Hyun Hae tepat di depan ibunya. Tentu saja Hye Ra kaget dengan sikap anaknya itu.

“ Hyunie…” Nada bicara Hye Ra melemah.

“ MENGAPA EOMMA SELALU MEMANGGIL APPA-KU DENGAN SEBUTAN SAMCHON?”

“ Hyunie..”

“ MENGAPA AKU BERMARGA CHO SEDANGKAN APPA-KU BERMARGA LEE?! APA AKU BUKAN ANAK KALIAN?” Hyun Hae melemparkan sepatunya dengan murka ke lantai. Matanya dengan cepat berkilat kilat akibat air mata yang sudah terbendung di pelupuk matanya.

“ Hyunie. Mengapa kau berbicara seperti itu?” Tanya Hye Ra sambil menahan isak tangisnya.

“ Teman temanku disekolah… mengolok-olok-ku. Mereka bilang.. aku bukan anak Appa. Karena marga kami berbeda.” Air mata sukses menggenang melewati pipi putih itu dengan derasnya.

Hye Ra mendadak merasakan sesak yang begitu menyiksa mendengar penuturan anaknya. Ia masih tak menyangka, Hyun Hae benar benar anak yang pintar. Di usianya yang masih 3 tahun dia sudah mengerti perbedaan marga. Dia mengerti jika seharusnya ayah dan anak memiliki marga yang sama. Dia peka jika ada sebuah keanehan yang terjadi. Benar benar anak yang pintar. Sama seperti Kyuhyun. Hyun Hae sangat mirip dengan Kyuhyun.

“ Hyunie.. Kau anak Appa. Anak Appa hanya Hyunie.” Donghae yang sedari tadi hanya melihat perseteruan ibu dan anak itu dari balik dinding penyekat akhirnya menghampiri mereka dan langsung memeluk tubuh Hyun Hae yang sudah bergetar hebat akibat tangisannya.

“ Hyunie adalah anak Appa dan Eomma. Hyunie bukan anak orang lain.” Donghae mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Hyun Hae.

Hatinya benar benar sesak, sama seperti Hye Ra yang saat ini tengah menatap 2 orang laki laki di hadapannya dengan mata yang berurai air mata, dengan tangisan yang ia coba redam dengan kedua tangan yang membekap mulutnya.

Uljjima. Lelaki sejati tidak boleh menangis.” Donghae melepaskan pelukannya dan beralih menatap Hyun Hae. Sebuah senyuman yang tentu saja terlihat di paksakan terkembang di bibir Donghae. Ditatapnya mata onyx yang tajam itu. Ia tahu mata itu sama sekali tak mirip dengan matanya. Tentu saja.

“ Lelaki sejati juga selalu meminta maaf. Hyunie lelaki sejati ‘kan?” Tanya Donghae sambil menyeka air mata Hyun Hae.

Hyun Hae mengangguk mantap menatap Donghae.

“ Berarti sekarang Hyunie harus minta maaf pada Eomma. Lain kali, Hyunie tidak boleh berteriak pada Eomma. Arrachi?” Donghae mencubit gemas cuping hidung Hyun Hae.

Ne. Arrachi.”

               “ Ayo kita berjanji sebagai laki laki. Yaksok?” Donghae mengacungkan kelingkingnya di hadapan Hyun Hae.

               “ Yaksok.” Hyun Hae menyambutnya dan langsung mengaitkan kelingking mungilnya di kelingking Donghae.

“ Anak pintar. Sekarang minta maaf-lah pada Eomma.

Hyun Hae berbalik dan menatap Hye Ra yang masih menangis. Kaki kaki kecil Hyun Hae berlari menuju ke hadapan Hye Ra.

Eomma, Hyunie minta maaf. Hyunie tidak akan mengulanginya lagi.” Hyun Hae langsung memeluk tubuh Hye Ra erat. Di tenggelamkan kepalanya di bahu Hye Ra.

Disela tangisannya, Hye Ra tersenyum. Dipejamkan kedua matanya sembari tangannya mengusap punggung Hyun Hae dengan lembut.

“ Maafkan Eomma juga.” Ujar Hye Ra lirih.

***

“ Aku tak menyangka Hyun Hae akan cepat menyadari kejanggalan dalam namanya.” Donghae menatap hamparan langit luas nan indah akibat semburat kuning kemerahan yang merona di awan awan yang masih setia menggantung.

“ Dia terlalu pintar untuk anak seusianya.” Timpal Hye Ra yang memang duduk tepat disebelah Donghae.

Matanya beralih menatap air kolam renang dimana kedua kakinya dan kaki Donghae sengaja mereka benamkan.

“ Ya, dia memang benar benar anak yang jenius.”

“ Aku merasa mentalnya belum terlalu kuat untuk mengetahui semuanya.”

“ Tapi cepat atau lambat dia akan mengetahui jati dirinya. Cepat atau lambat, Hye Ra.” Donghae beralih menatap Hye Ra yang tengah sibuk menyelipkan anak rambutnya yang diterbangkan oleh angin angin sore yang berhembus sepoi sepoi.

Donghae mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Hye Ra yang saat ini terlihat begitu mempesona. Anni.. bukan hanya saat ini, tetapi setiap detik. Hye Ra selalu menyita perhatian Donghae setiap waktu.

“ Untuk saat ini, biarkan saja Hyun Hae menganggapku sebagai ayahnya. Biarkan saja. Aku senang mendengarnya memanggilku Appa.” Ujar Donghae dengan perhatian yang masih tersita dengan pesona wajah yang ada dihadapannya.

Hye Ra tersentak dan langsung menoleh menatap Donghae.

“ Perlukah kita mengubah akta kelahiran Hyun Hae? Merubah marganya menjadi Lee?”

Oppa?” Tanya Hye Ra tak percaya.

Donghae tersadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri.

“ Emm… maksudku.. hanya untuk sementara… emm.. agar Hyun Hae tidak curiga.”

“ Akan kupikirkan dulu.”

-oOo-

“ Baiklah Mi-yaa. Lakukan apa yang ingin kau lakukan saat ini. Kita sudah memberi waktu yang sangat lama untuknya menghela nafas bebas. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan segalanya.” Seorang yeoja berparas cantik menawan dan berambut kecoklatan itu menyeringai kejam disaat tengah berbicara via telepon dengan seseorang di sebrang sana.

“ Lakukan dengan sempurna. Jangan ada kesalahan sedikitpun.” Lanjutnya.

“…………”

Ne. Bersenang senanglah dengan buruan pertamamu.”

PIP..

Yeoja itu menjauhkan ponsel dari telinga dan mematikan sambungan teleponnya. Ditatapnya hamparan langit sore yang begitu indah dari balik jendela kaca berukuran besar itu. Senyuman yang terlihat jahat itu masih saja menghiasi wajah cantiknya. Tangannya juga terlipat angkuh di depan dadanya.

“ Habislah kau.”

-oOo-

“ Bagaimana? Apa ada perkembangan informasi?” Tanya Kyuhyun antusias pada namja yang duduk berhadapan dengannya itu.

“ Maafkan aku, Tuan Cho. Kasus ini benar benar sulit. Tak ada petunjuk dimana keberadaan Nona Kim Hye Ra.” Terdapat nada dan raut wajah menyesal dari namja yang berusia sekitar 35 tahun itu.

“ Tak bisakah kau usahakan sebelum 2 minggu lagi?” Tanya Kyuhyun dengan sedikit memelas.

“ Tim kami akan mengusahakannya.”

“ Terimakasih.”

-oOo-

Drrrt.. Drrtt..

Hye Ra segera merogoh saku arpon yang tengah ia kenakan itu dan mengeluarkan smartphone miliknya.

Yeobseo?”

“ Hye Ra-yaa. Hari ini aku tak bisa menjemput Hyun Hae. Tiba tiba ada pasien yang harus di operasi.”

“ Ahh. Ne, gwenchana.”

“ Oke. Aku tutup teleponnya.”

Ne.

Hye Ra meletakkan ponselnya di atas nakas dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar untuk berganti pakaian.

Memang hari ini Hye Ra tak ada kegiatan. Jadwal perkuliahan Hye Ra yang memang tersendat hampir setahun akibat cuti hamil dan melahirkan itu akhirnya bisa ia selesaikan. Ya, ia sudah dinyatakan lulus dari Fakultas Kedokteran dan sudah diwisuda seminggu yang lalu. Dan sekarang adalah liburan panjang bagi Hye Ra.

Tak lama berselang, Hye Ra keluar dari kamarnya sambil memakaikan coat berwarna soft brown pada tubuh rampingnya. Dilihat jam yang tergantung di dinding ruang keluarga. Pukul 10 pagi. Berarti masih 30 menit lagi Hyun Hae pulang.

Dengan cepat disambarnya kunci mobil yang baru dua minggu lalu di kirim oleh Jongwoon untuk Hye Ra sebagai hadiah kelulusan dan juga sebagai permintaan maaf karena ia tak bisa menemui dan mengucapkan selamat pada Hye Ra secara langsung karena perusahaan keluarga Hye Ra sedang dalam masa bangkit setelah krisis yang hampir saja mem-bangkrut-kan perusahaan itu.

Dilajukan mobil berwarna silver itu dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Tokyo yang sudah mulai memadat. Dari balik kacamata hitam yang tengah dikenakannya, Hye Ra menelisik setiap sudut kota yang strukturnya sangat mirip dengan Seoul. Padat dan teratur. Sungguh hal ini semakin membuatnya merindukan Seoul. Merindukan Namsan Tower, merindukan aliran Sungai Han yang tenang, merindukan masakan Korea, merindukan Oppa-nya, merindukan sahabat sahabatnya. Dan satu lagi yang tak pernah ia pungkiri.. ia sangat.. jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam.. sangat.. dan amat.. merindukan sosok pria itu. Cho Kyuhyun.

30 menit kemudian, tepat pukul setengah sebelas siang mobil Hye Ra telah berhenti di seberang gerbang Playgroup tempat Hyun Hae bersekolah. Segera dibukanya pintu mobil keluaran terbaru itu. Hye Ra mengunci otomatis mobilnya dan hendak menyeberang.

EOMMA!!” Ternyata Hyun Hae tengah berada di seberang jalan sambil melambai lambaikan tangan mungilnya. Hye Ra hanya tersenyum kearah anaknya.

Hye Ra melangkahkan satu kakinya memasuki badan jalan. Setelah dirasa cukup aman untuk menyebrang, Hye Ra mempercepat langkahnya membelah jalanan secara vertikal. Di gengamnya erat tas yang tersampir di bahunya itu.

EOMMA!!” Hye Ra menatap lurus kedepan melihat Hyun Hae yang tengah berteriak histeris di sebrang sana.

Hye Ra tak mengerti apa maksud teriakan Hyun Hae sampai akhirnya ia merasa sebuah benda besar menabrak tubuhnya dengan keras sampai sampai ia bisa merasakan udara di bawah punggungnya sebelum sekujur tubuhnya terasa remuk akibat menghantam jalanan beraspal itu.

Dirasanya bau anyir menyeruak kedalam indra penciuman Hye Ra seiring dengan memburam pandangannya sebelum semua menjadi gelap.

Volume suara yang terdengar olehnya juga semakin kecil.. kecil.. kecil dan akhirnya yang tercipta hanya keheningan..

Dan kegelapan.

..TBC..

About these ads

42 thoughts on “[Author Freelance] (FF Series) I Can’t Hate You, Cho Kyuhyun! ( It’s Your Baby ) Part 11

  1. Waaah thor,,,aq agk kcewa nih bc’a coz aq pikr d part ini hye ra bakal ketemu sm kyuhyun tp trnyata msh blm y.. :(

    Lucu deh ngeliat donghae sm hyunie,,,mrka bnr” kya ank sm ayah…tp gmn y reaksi hyunie klo nnt dia tau donghae bkn appa’a trs kira” gmn reaaksi hyunie klo nnt bs ketemu sm kyuhyun???
    Tp kasian jg kyuhyun coz ank’a sndri malah nganggp orng lain sbg appa’a :(

    Waduh hae oppa knp tb” nyaranin bwt ng-gnti akte’a hyunie??? Klo nnt kyu tau gmn hayo,,,kan kasian mskpn p’gantian akte’a bwt smntra :(

    Omoooo…. hye ra d tabrak sm siapa???

    Kyaaaaaa…. pnsarn sm part brkt’a,,, next part jgn lm” y thor hehehe…
    Oia thor d part brkt’a aq mhon ktemuin hye ra,hyunie sm kyuhyun y please please please #puppyeyes :D

  2. Jgn sampai kyu jd dijodohkan, pokoknya harus batal.
    Jgn sampai donghae meminta hyera utk menikah atau apapun hub yg serius, tdk boleh.
    Kyu hrs sm hyera.
    Mudah2an hyera yg kecelakaan ini membuat tim detektif menemukan datanya.

  3. keren eon, tp kpn hyera ktemu sma kyu ny, g sbr pngn bca yg momen it . .
    mdah2an mreka bsa d pertemukan scepatnya, ok eon next part ny d tnggu . .

  4. lma bgt nie ff dpublish
    hmpr lmutan nggunya :D
    cho hyun Hae knp gk jdi lee hyun hae jha
    kyanya tu lbih co2k.. :D
    pa hye ra msih mnghrapkan kyuhyun
    mknya hye ra gk mw gnti marga anknya

  5. jangan2 yg merencanakan tabrakan itu mantannya Kyu oppa yg msh kesal dgn hyera.. Smg Kyu oppa nya bs sgr menemukan Hyera dan Hyun Hae bs segera mengetahui siapa Appa nya.. Donghae oppa baik banget sayang sama Hyera dan Hyun Hae meskipun itu bukan anaknya.. Ditunggu kelanjutannya chingu.. Great ff

  6. Kyu blm ketemu juga sama hyera???
    jangan2 abis tabrakan ketemu kyu kagi ;);)
    #ngarep
    hahaha

    Next chap ditunggu~

  7. duh kasian ya hyun hae :(
    Coba aja hyera kasi tau siapa appa kandungnya pst hyun hae gak bakalan di ejek2 :(
    Dannn, duh! Pst ji yoon sama sepupunya yg ngerencanain itu semua! Pst itu ulah sepupu ji yoon yg nabrak hyera kan?!!???! Dasar nappeun!
    Dan duh jgn sampe kyu dijodohin :(

  8. ah ya tuhaaaaaan penasaran banget sama cerita ini aaaaaaaahh semangat thorrr untuk lanjutannyaaa, gue nunggu teruss :”)

  9. pokoknya Hyera harus sama Kyu……..
    nggak usah sama Donghae….
    cepetan dong ktemunya Hyera sama Kyuhyun….
    di tunggu part selanjutnya…..

  10. Keren thor!! ^^
    tuh hyun hae kasian ye? Masih kecil udh dikasih ujian gede ;(
    kyuhyun galoooo… :p
    kyuhyun galoooo.. :p
    hye ra? Masih d jepang? Ketabrak? =.=

  11. hye ra pasti ditabrak sama orang suruhannya ji yoon.. GILe… udah 3 taun tp masih ajah nyimpen dendam..

    ga bisa ngebayangin gmana sabarnya donghae nunggu hati hye ra terbuka.. padahaL kayanya ga bakalan mgkn coz hye ra masih cinta sama kyuhyun

    tapi aku masih percaya dg ungkapan Cinta tak harus memiLiki… mgkn ituh juga yg ditanam di diri Donghae oppa..

    kyuhyun didesak nikah tuhh sama bapaknya.. kasian abeoji.. mgkn dia jg pengen punya cucu. hehehehe

    penasaran nunggu kelanjutannya..
    FIGHTING^^

  12. astaga…. hye gk liat2 dulu kah mau nyebrang??? sampe kecelakaan gitu u,u
    apa jgn2 yg nabrak itu jiyoon??? ko Na curiga.a sm jiyoon ya???? ‘-‘
    next asap please :)

  13. Dasar Yeoja s****n..terus”an berbuat jahat sama Hye Ra,,dan yang menabrak Hye Ra pasti ulahnya..
    Moga Kyu-Hye Ra-Hyunnie cepet ketemu biar Kyu gak jadi dijodohin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s